Tanpa gojekan yang indah, barangkali sulit bagi Lionel Messi untuk meraih titel 8 kali Ballon d’Or. Atau, tendangan parabola David Beckham masih dikagumi penggemar hingga sekarang. Di Spanyol, Xavi Hernandez punya akurasi umpan di atas 90 persen.
Tapi, sepertinya skill tendangan, umpan, gojekan dan sundulan, tak dimiliki seorang Filippo Inzaghi. Lebih tepatnya, kemampuannya pas-pasan. Meski begitu, legenda AC Milan itu tetap tak mengubah statusnya menjadi pemain kelas dunia.
Di zamannya, Inzaghi termasuk striker yang ditakuti lawan-lawannya. Sebanyak 126 gol bersama AC Milan menjadi buktik sahih bahwa pria kelahiran Piacenza, Italia ini bukan penyerang murahan.
Lalu, apa kelebihan Pippo, hingga namanya sejajar dengan pemain top dunia. Berikut 5 skill unik Filippo Inzaghi semasa menjadi pemain yang jarang dimiliki seorang penyerang.
1. Insting
Seorang striker boleh saja memiliki tendangan geledek maupun fisik yang tangguh, namun jika tak punya insting, hal tersebut seperti sia-sia belaka. Sebaliknya, Inzaghi lebih mengutamakan insting dalam mencetak gol.
Ketika berada di dalam kotak penalti, naluri pemain yang identik dengan nomor 9 ini begitu luar biasa. Peluang sekecil apa pun, mampu dimanfaatkan Pippo menjadi gol.
Bahkan, Pippo dengan mudah melesakkan bola ke gawang dengan semua bagian tubuhnya. Mulai dari kepala, kaki kanan atau kiri, dada dan lutut.
2. Lolos Jebakan Offiside
Jika kamu menonton laga Italia versus Republik Ceko di Penyisihan Grup E Piala Dunia 2006, masih ingat dengan gol Inzaghi di menit ke-87?
Inzaghi dengan tenang menaklukkan kiper Ceko Petr Cech setelah melepaskan diri dari perangkap jebakan offside. Nah, itulah salah satu kelebihan Inzaghi sepajang kariernya menjadi striker maut.
Di luar laga itu, ada banyak gol-gol Inzaghi yang lain dalam situasi yang hampir sama.
3. Penempatan Posisi
Sudah tidak terhitung lagi berapa kali Inzaghi mencetak gol dengan cara mendorong bola ke gawang. Kelihatannya mudah. Namun, jika seorang striker tidak pandai menempatkan posisi, barangkali proses gol tersebut sangat sulit tercipta.
Ketika berada di sekitar gawang, Inzaghi termasuk striker yang jago mencari posisi. Dia seperti tahu ke mana bola akan diarahkan oleh para gelandang.
Sehingga, ada sebuah pameo terkenal ketika Inzaghi berhasil melesakkan gol dengan cara mudah: Bukan Inzaghi yang mencari bola, tapi bola yang mencari Inzaghi.
4. Pergerakan Tanpa Bola
Mantan bek Liverpool Jamie Carragher mengakui betapa lincahnya pergerakan tanpa bola Inzaghi di depan gawang. Hal itu dibuktikan sang bomber ketika membobol gawang Liverpool di Final Liga Champions tahun 2007.
Gol kedua Inzaghi membuktikan, pergerakan tanpa bolanya membuat bek Liverpool tak berkutik mengawalnya.
Hasilnya, Pippo sukses menaklukkan sang penjaga gawang Pepe Reina dengan bola plesing pelan namun mematikan.
5. Selebrasi Powerfull
Banyak orang berseloroh bahwa speed Inzaghi ketika bermain hanya 5, namun usai mencetak gol dan merayakannya dengan cara berlari, speed-nya berubah menjadi 9.
Seloroh itu tidak salah 100 persen. Ketika membobol gawang, Inzaghi dengan penuh semangat merayakannya dengan selebrasi yang powerfull. Seluruh tenaganya dikerahkan untuk meluapkan kegembiraan.
Pernah Inzaghi berlari ke sudut lapangan. Di lain waktu, sang striker ini pernah berlari ke arah tribun penonton dengan kecepatan lari yang luar biasa.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah