KEDIRI, JP Radar Kediri– Inter Kediri sukses meraih kemenangan pertama di babak 32 besar kemarin sore.
Bermain di Stadion Brawijaya, tim berjuluk Laskar Panji ini menang tipis atas PSID Jombang.
Yaitu dengan skor 2-1. Hasil ini pun menjadi modal awal yang baik untuk melakoni pertandingan di grup FF.
Jika melihat kembali jalannya pertadingan, kedua tim sama-sama ngotot. Inter Kediri mampu menguasai permaianan saat babak pertama.
Bahkan, ada banyak peluang yang bisa menjadi gol. Seperti tandukan Sackie Teah Doe. Sayangnya, bola masih melenceng tipis di atas gawang Deka Ardiana Ramdhani, kiper PSID Jombang.
PSID Jombang terpaksa bermain dengan sepuluh pemain. Imbas kartu merah yang didapat Deka Ardiana.
Sebabnya, telah terjadi handball saat Deka hendak menjemput bola untuk mengamankan gawangnya. Karenanya, Deka mandi lebih cepat saat pertandingan masih berjalan 34 menit.
Asisten Pelatih Inter Kediri Suswanto menilai anak asuhnya memang belum bisa bermain lepas saat babak pertama.
Menurutnya, para pemain masih ada beban dalam bermain. Alias nervous. “Biasa kalau pertandingan awal-awal para pemain memikul beban yang berat,” katanya.
Ya, Inter Kediri tampak bermain lebih agresif di babak kedua. Begitu juga dengan PSID Jombang. Jual-beli serangan tak terhindarkan.
Beruntung, Syahrul Dicky Saputra, pemain Laskar Panji berhasil memanfaatkan peluang yang ada. Dia sukses mencetak gol pertama di menit ke-51.
Tak lama, PSID Jombang membalas. Di menit 57’, Alfan Tri Sakti Wardyansyah berhasil mencetak gol.
Lantaran skor imbang, pertandingan makin memanas. Kedua tim sama-sama ngotot dalam bermain.
Menariknya, Inter Kediri berhasil mencetak gol kemenangan. Adalah Nur Azji Agus Saputra yang menjadi aktornya.
Pemain bernomor punggung 13 itu sukses melepas tendangan keras dari luar kotak penalti. Praktis, papan skor berubah menjadi 2-1 di menit 80’.
Nahasnya, pemain Inter Kediri malah mendapat kartu merah. Adalah Ramdhan Mohammad Yunus.
Kartu merah itu diberikan wasit pada menit 90+2’. Skor tipis 2-1 untuk kemenangan Laskar Panji bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
“Yunus belum seratus persen fit tapi kami paksakan bermain dan akhirnya mendapat kartu merah,” sesal Suswanto.
Terpisah, Pelatih Kepala PSID Jombang Hendriawan Dwi Susanto mengaku dirinya merasa kecewa dengan beberapa hal yang terjadi di pertandingan.
Tetapi, dia tetap mengapreasiasi timnya yang sudah bekerja keras. Meski bermain dengan sepuluh pemain.
“Apapun hasilnya saya menghormati dengan baik. Saya berharap kedepannya bakal lebih bagus,” tandasnya.
Untuk diketahui, Inter Kediri masih memiliki dua pertandingan yang harus dijalani pada babak 32 besar ini. Adalah menghadapi Triple’S (22/1) dan Persenga Nganjuk (24/1).
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita