Alya Shaafia dan Poomsae Freestyle, Berawal dari Video FYP di TikTok

Emilia Susanti • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 07:20 WIB
Atlet poomsae taekwondo Kota Kediri Alya.
Atlet poomsae taekwondo Kota Kediri Alya Shaafia Sulilstyawan.

Alya Shaafia Sulilstyawan bukan orang baru di taekwondo. Namun, di nomor poomsae freestyle boleh dibilang dia debutan. Toh, tak mereduksi tekadnya mempersembahkan medali bagi Kota Kediri dari ajang Porprov Jatim.

Olahraga taekwondo tak selalu identik dengan pertarungan. Dalam pertandingan resmi, cabor beladiri ini juga membuka nomor yang disebut dengan freestyle taekwondo. Atau, juga disebut poomsae freestyle.

Nomor ini gabungan dari berbagai teknik dasar beladiri asal Korea ini. Serta tendangan akrobatik, koreografi, kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan kreativitas.

Di Kota Kediri, spesialis nomor freestyle taekwondo masih sangat sedikit. Mereka yang terjun pun baru satu atau dua tahun ke belakang. Karena itulah saat Porprov Jatim tahun lalu belum ada atlet yang diturunkan. Meskipun nomor ini sudah dipertandingkan dalam beberapa edisi porprov di Jawa Timur.

Tapi sekarang sudah ada Alya. Gadis 15 tahun itu tengah disiapkan untuk turun di nomor poomsae feestyle pada porprov tahun depan. Kini dia sudah masuk dalam program pemusatan latihan kota (puslatkot). Yang artinya, dia punya jejak prestasi dan potensi yang besar untuk menyumbang medali untuk Kota Kediri.

“Saya cukup rutin mengikuti berbagai event. Ada kejurprov dan kejuaraan open tingkat nasional lainnya,” aku gadis yang berhasil meraih medali emas di ajang International Ksatria Nusantara PBTSI Series beberapa waktu lalu itu.

Bagi Alya, bergelut di freestyle taekwondo bukanlah hal yang mudah. Saat awal, dia bahkan ragu. Bukan hanya sedikit atlet yang turun, juga rekan sharing pun terbatas. Padahal, dia merasa ada banyak hal yang ingin didiskusikan.

“Karena atletnya belum banyak, jadi minim teman untuk diskusi dan lawan tanding untuk tolak ukur kemampuan,” ujar mantan atlet dari cabor lain tersebut.

Hanya saja, dia terlanjut jatuh cinta dengan poomsae freestyle. Itu berawal dari sebuah video fyp (for you page) yang melintas di akun TikTok-nya. Saat itu, dia merasa kagum dengan gerakan akrobatik di dalam video. Setelah itu, dia memutuskan untuk mempelajarinya.

“Dulu saya sempat ragu karena takut cedera saat melakukan gerakan akrobatik yang ekstrem, terus teknik gerakannya juga masih awam, waktu itu memang kelihatannya sulit,” ceritanya.

Namun demikian, pilihannya sudah bulat. Dia ingin serius untuk berprestasi pada nomor poomsae freestyle. Karenanya, Alya konsisten menjalani latihan rutinnya. Dia pun berusaha mengatur waktunya sebaik mungkin agar tetap berjalan beriringan dengan sekolahnya.

“Jadi kalau ada sekolah tetap prioritaskan, tapi latihan juga saya jaga supaya kemampuan saya tetap berkembang,” jelas remaja putri yang masih bersekolah di SMP Negeri 1 Kota Kediri ini.

Siapa sangka, keuletannya itu berbuah manis juga. Dalam beberapa ajang kejuaraan, dia berhasil meraih medali. Prestasi itulah yang membuatnya berkesempatan mengikuti puslatkot. Karenanya, dia bertekad bisa mempersembahkan medali untuk porprov tahun depan.

“Targetnya bismillah bisa main di porprov dan bisa mendapat medali pertama saya di cabor taekwondo ini,” harapnya. (em/fud)

Editor : Mahfud
freestyle taekwondo atlet freestyle taekwondo poomsae taekwondo atlet freestyle taekwondo kota kediri atlet taekwondo