Banyak anak muda berbakat. Tetapi tidak sedikit yang memilih berhenti sebelum mencoba karena minder.
Namun, Sylvia Aprillia memilih jalan berbeda. Mahasiswi Universitas Kadiri itu membuktikan bahwa keberanian melangkah jauh lbih penting daripada memikirkan hasil akhir.
Bekal pengalaman fashion show saat masih kecil ternyata bermanfaat besar. Perempuan asal Ngadiluwih tersebut kini mampu menembus berbagai ajang pageant hingga menjadi bagian dari Paguyuban Duta Rupiah Bank Indonesia Kediri.
Perjalanan Sylvia tidak dimulai dari panggung besar. Putri pertama pasangan Arif Hadi Christanto dan Siti Ruqaiyah itu justru mengenal dunia tampil di depan publik sejak duduk di bangku MI Al Irsyad Al Islamiyyah. Saat itu, ia mengikuti sejumlah kegiatan fashion show anak-anak.
Ketertarikannya muncul dari hal yang sederhana. Sebagai anak perempuan, ia senang didandani, mengenakan gaun, dan tampil percaya diri di depan banyak orang.
Orang tuanya kemudian mendukung minat tersebut dengan mencarikannya tempat penyewaan kostum hingga mempertemukannya dengan pelatih fashion show.
“Waktu kecil saya memang senang didandani, memakai gaun dan heels. Rasanya menarik saja. Dari situ akhirnya mencoba ikut fashion show,” ujarnya.
Meski sempat mengikuti berbagai perlombaan, Sylvia mengaku tidak langsung meraih prestasi. Bahkan beberapa kali ia harus pulang tanpa gelar juara.
Namun pengalaman itu menjadi bekal berharga untuk mengenal dunia panggung dan melatih kepercayaan diri sejak dini.
Perjalanan tersebut kemudian terhnti ketika dirinya melanjutkan pendidikan di Islamic Boarding School Darussalam Gontor.
Lingkungan pesantren yang disiplin dan menekankan keandirian perlahan membentuk karakter baru dalam dirinya.
Di pondok, Sylvia justru menemukan kemampuan lain yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
Ia terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi dan mendapatkan tugas di bidang public speaking. Menariknya, awal keterlibatan itu bukan karena keinginan pribadi.
“Awalnya malah karena keterpaksaan. Tapi lama-lama saya belajar, terbiasa, dan akhirnya menikmati,” katanya sambil tersenyum.
Dari situlah kemapuan berbicara di depan umum mulai terasah. Ia belajar menyampaikan gagasan, memimpin forum, hingga membangun kepercayaan diri saat berhadapan dengan banyak orang. Kemampuan tersebut terus terbawa hingga masa perkuliahan.
Saat menjadi mahasiswa Universitas Kadiri, Sylvia mendapat kesempatan mengikuti ajang Duta Kampus.
Bekal public speaking dari Gontor dan pengalaman tampil sejak kecil menjadi modal penting. Meski harus bersaing dengan peserta yang memiliki pengalaman lebih banyak, Sylvia memilih menjadikan hal tersebut sebagai motivasi belajar.
Baca Juga: Sosok Vinanda, Perempuan Muda Inspiratif yang Berkontribusi di Dunia Sosial
Ia mengaku sempat merasa insecure ketika melihat kemampuan peserta lain. Namun perasaan itu tidak membuatnya mundur.
“Saya berpikir, kalau memang mereka lebih berpengalaman, berarti saya bisa belajar dari mereka. Daripada terus minder, lebih baik mengambil hal-hal positif yang mereka miliki,” ungkapnya.
Menurut Sylvia, keberanian mencoba merupakan hal yang paling penting bagi generasi muda. Sebab keberhasilan maupun kegagalan hanya hasil akhir, sedangkan pengalaman yang diperoleh selama proses akan selalu menjadi bekal berharga.
“Kalau kita berani mencoba, setidaknya kita mendapatkan pengalaman. Soal berhasil atau gagal itu urusan belakangan,” tegasnya.
Hasilnya, ia berhasil meraih posisi Runner Up 2 Duta Kampus Universitas Kadiri. Langkahnya tidak berhenti di sana. Ia kembali mencoba tantangan baru dengan mengikuti seleksi Duta Rupiah Bank Indonesia Kediri.
Pandangan keberanian mencoba tersebut yang ingin ia tularkan kepada anak-anak muda lainnya.
Di tengah banyaknya generasi muda yang merasa bingung menentukan langkah hidup, Sylvia mengajak mereka untuk tidak takut berkarya dan mencoba hal-hal baru.
Baginya, setiap orang memiliki potensi masing-masing. Ada yang berbakat dalam bisnis, organisasi, seni, maupun bidang lainnya. Potensi itu tidak akan berkembang jika hanya dipendam karena rasa minder.
“Jangan berhenti berkarya. Karya apa pun yang kalian hasilkan pasti ada manfaatnya. Yang penting berani mulai dulu,” katanya.
Saat ini, selain fokus menjalani perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Kadiri, Sylvia juga membantu usaha keluarga di bidang transportasi pariwisata, yakni PO bus yang berbasis di Ngadiluwih. Ia turut mendukung pengembangan usaha keluarga melalui berbagai aktivitas promosi dan pemasaran.
Kemampuan public speaking yang diperolehnya selama ini pun mulai diterapkan dalam dunia bisnis.
Baginya, kemampuan berbicara, membangun relasi, dan menyampaikan gagasan merupakan bekal penting yang dapat digunakan di berbagai bidang kehidupan.
Ke depan, Sylvia masih ingin terus mengembangkan diri melalui berbagai ajang pageant lainnya.
Namun lebih dari sekadar gelar dan prestasi, ia berharap kehadirannya bisa menjadi contoh bahwa anak muda tidak harus menunggu sempurna untuk memulai.
Sebab dari pengalamannya, langkah kecil yang diawali keberanian mencoba sering kali menjadi pintu menuju kesempatan yang lebih besar.
Dari seorang anak yang senang mengenakan gaun di panggung fashion show, Sylvia kini tumbuh menjadi sosok muda yang percaya bahwa setiap generasi memiliki kesempatan untuk berkembang, selama berani melangkah dan tidak menyerah pada rasa minder.
Editor : Andhika Attar Anindita