Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kartini Masa Kini: Yekti Murih Wiyati, Perempuan Mandiri Tanpa Abai Keluarga

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 21 April 2026 | 06:34 WIB
Yekti Murih Wiyati sukses di dunia usaha dan keluarga. (Foto: Dok. Yekti Murih Wiyati)
Yekti Murih Wiyati sukses di dunia usaha dan keluarga. (Foto: Dok. Yekti Murih Wiyati)

JP Radar Kediri - Semangat Kartini di era modern tak lagi sekadar emansipasi, melainkan pembuktian peran ganda yang seimbang. 

Bagi Yekti Murih Wiyati, pengusaha sukses yang mengelola lini bisnis kopi luwak, jasa repair veneer, pertanian hingga keagenan LPG, kemandirian perempuan adalah fondasi untuk membangun keluarga yang bangga dan percaya diri.

Menghadapi dinamika dunia usaha, Yekti menekankan pentingnya manajemen peran. Baginya, kesibukan di luar rumah justru memberikan dampak positif bagi pendidikan karakter anak.

Baca Juga: Vinanda, Kartini, dan Mernissi

Terbukti, anak-anaknya kini sudah mandiri secara finansial dan meniti karier di bidang sesuai dengan passion mereka masing-masing.

"Bekerja dan berkarya itu tidak akan mengesampingkan tanggung jawab sebagai ibu. Justru dengan melihat ibunya mandiri, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang menghargai kerja keras," ungkap sosok yang juga aktif di berbagai organisasi ini.

Dalam menjalankan peran ganda, Yekti membagikan tiga kunci utama. Yakni, batasan, prioritas, dan delegasi.

Dia menerapkan disiplin waktu yang tegas antara jam kerja dan jam keluarga, serta menyediakan ruang fisik khusus untuk urusan bisnis di rumah agar fokus tidak terpecah.

Di era digital, dia memanfaatkan teknologi sebagai jembatan untuk memantau bisnis sekaligus tetap terhubung dengan urusan domestik.

Baca Juga: Kartini Masa Kini: Sosok Wera Salisa, Owner Werasalisa Makeup Kediri

Namun, di balik ketangguhan profesionalnya, Yekti mengingatkan agar perempuan tidak menjauh dari nilai spiritual.
"Jalani semua peran dengan sepenuh hati dan jangan lupa jaga ketaatan beribadah. Perempuan tidak perlu merasa tidak sempurna karena harus menjalani banyak peran sekaligus. Yang penting adalah keberanian untuk memulai," tambahnya.

Nilai-nilai Kartini menurutnya sangat relevan dalam dunia bisnis saat ini, terutama mengenai keberanian bersuara dan haus akan ilmu. Dia berpesan agar pengusaha perempuan terus melakukan upgrade skill dan melek teknologi agar usaha tidak stagnan.

Prinsip "Habis Gelap Terbitlah Terang", menurutnya, bisa dimaknai sebagai mentalitas pantang menyerah saat menghadapi penolakan investor atau drama internal tim. "Uang hasil sendiri adalah harga diri. Skill adalah kebebasan. Kartini tidak menunggu dunia berubah untuknya, dia berubah dulu, lalu dunia mengikuti," tegasnya.

Dengan semangat kolaboratif dan kemandirian ekonomi, Yekti berharap perempuan masa kini mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian daerah tanpa meninggalkan akar nilai kekeluargaan.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#kartini masa kini #hari kartini #kartini #Kartini Muda #perempuan hebat