KEDIRI, JP Radar Kediri – Di balik suksesnya puluhan perusahaan besar di bawah bendera Trisna Group, sosok pengusaha muda putra daerah yang tak hanya piawai berbisnis, tetapi juga memiliki visi sosial yang kuat dan mengakar. Dia adalah Eggy Adityawan, CEO Trisna Group.
Eggy selalu menekankan empat nilai utama keluarga Trisna Group. Yakni melibatkan pertolongan Allah dalam setiap urusan, berilmu sebelum beramal, jauhi mental pecundang, miliki mental pemenang dan dahulukan kepentingan orang banyak daripada diri sendiri.
Dia kini memimpin lebih dari 60 perusahaan dan 30-an brand lintas sektor. Mulai sektor energi, retail, hingga parfum.
“Sejak SD orang tua saya sudah mengajarkan saya bekerja, berinvestasi dan tanggung jawab,” ujar Eggy mengawali kisah bisnisnya di akun ("YouTube Pecah Telur". https://youtu.be/17sA86xoi3o?si=i70lOUuT_cv3rrK_)
Kenangan masa kecilnya menjadi fondasi kuat dalam membentuk mental wirausaha. Saat teman-temannya menikmati liburan, Eggy kecil membantu di pabrik pupuk milik keluarga, dari mulai menempel stiker di botol produk dan menerima upah kecil sebagai bentuk pembelajaran kerja keras. Bahkan, sejak kecil Eggy sudah diajarkan investasi.
“Kalau dapat uang lebaran, orang tua saya menyarankan untuk membeli ayam. Nanti yang merawat bude. Dari situ saya belajar nilai tambah dan kesabaran,” kenangnya.
Sebelum ayahnya menjabat sebagai Bupati Kediri, keluarga Eggy sudah dikenal sebagai keluarga wiraswasta. Dari sanalah kultur berdagang dan tanggung jawab sosial mengakar kuat.
“Orangtua saya selalu bilang, targetmu bukan untung besar, tapi berapa banyak usaha baru yang kamu lahirkan setiap tahunnya," ujarnya tersenyum.
Dari situlah akhirnya Eggy fokus menambah dan melahirkan usaha baru, semua ini bukan semata untuk mengejar kekayaan pribadi. Ada hal yang lebih penting untuk membantu orang yang mebutuhkan.
Selepas kuliah, Eggy mendapat amanah besar. Mengelola sekitar 30 perusahaan keluarga. Dari situlah kariernya sebagai pemimpin bisnis profesional dimulai. Dia perlahan membawa budaya baru di setiap perusahaan. Yakni lebih harmonis, profesional, namun tetap memegang nilai religiusitas.
Perjalanan Eggy tak selalu mulus. Saat SMA, dia sudah terbiasa menjadi agen susu milik keluarga, mengantarkan produk ke sekolah-sekolah. Ketika kuliah pun ia menolak dibiayai orang tua. “Saya malu kalau kuliah masih ditanggung. Jadi saya jualan baju, sepatu, pulsa, sampai membuka distro,” ujarnya.
Pengalaman itu membentuk kemandirian dan naluri bisnis yang tajam. Ia pernah membangun SPBU, SPBE, pabrik pupuk, hingga bengkel tabung LPG, semua dijalankan sambil kuliah.
Trisna Group di bawah kepemimpinan Eggy bukan sekadar korporasi, melainkan wadah kebaikan. Di antara program sosialnya, ada ambulans gratis, pembagian ribuan keramik untuk masjid, serta program “Hafalan 1 Juz 1 Tiket Umroh” bagi karyawan.
“Sudah banyak yang berangkat umroh. Bahkan ada karyawan OB yang setiap hari mendengarkan murotal, hafal satu juz, dan akhirnya bisa umroh gratis. Sepulang dari sana, Allah beri dia momongan. Itulah berkah luar biasa dari niat yang ikhlas,” cerita Eggy haru.
Baginya, bisnis bukan sekadar mencari profit, tapi ikhtiar untuk melayani masyarakat. “Saya lebih senang jadi pelayan masyarakat lewat jalur usaha. Dari bisnis, saya bisa membuka lapangan kerja dan menolong lebih banyak orang,” ujarnya.
Salah satu bisnis terbaru Eggy adalah Umair Perfume, terinspirasi dari sahabat Nabi, Mus’ab bin Umair, yang terkenal dengan keharumannya. Baginya Rasulullah adalah teladan terbaik, bahkan jasad beliau selalu wangi. Jadi parfum bukan sekadar produk, tapi juga bentuk kecintaan kepada sunnah.
Eggy melakukan riset delapan bulan untuk menemukan formula parfum yang aromanya semakin harum setelah terkena keringat. “Kita riset sepuluh orang pelari, dan akhirnya menemukan aroma yang tetap wangi meski setelah olahraga,” jelasnya.
Menurutnya, parfum adalah bisnis jangka panjang. Ia belajar dari brand luar negeri yang telah bertahan lebih dari dua abad. “Artinya, kalau kualitas dijaga dan niatnya benar, bisnis ini bisa diwariskan lintas generasi.”
Walau memimpin perusahaan dengan valuasi triliunan rupiah, Eggy tetap sederhana. Ia tak pernah membiarkan rekening pribadinya berisi lebih dari satu miliar.
“Kami tidak hidup dari dividen, tapi dari gaji. Keuntungan perusahaan kami pakai lagi untuk masyarakat,” ungkapnya.
Dia juga dikenal dekat dengan karyawan dan selalu menekankan empat nilai utama keluarga Trisna Group. Yakni melibatkan pertolongan Allah dalam setiap urusan, berilmu sebelum beramal, jauhi mental pecundang, miliki mental pemenang dan dahulukan kepentingan orang banyak daripada diri sendiri.
“Kalau temanmu 10 orang sukses, kamu akan jadi orang ke-11. Lingkungan itu penting,” tegasnya.
Kini, lebih dari 1.000 karyawan bekerja di bawah Trisna Group. Puluhan di antaranya sudah menunaikan ibadah umroh gratis. Bagi Eggy, itu jauh lebih berharga dari keuntungan finansial. “Saya bisa bermanfaat untuk banyak orang. Itu sudah lebih dari cukup,” ungkapnya.
Dapatkan kesempatan Umrah gratis bersama Umair Perfume cukup dengan Isi form dan komen doa terbaikmu untuk pecah telur, Umair serta Trisna Group dan berikan alasan kuat kenapa kamu ingin berangkat untuk Umrah.
Editor : Shinta Nurma Ababil