“Alhamdulillah saya baru saja menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XXX Tahun dari Presiden Prabowo, Oktober lalu,” ujar pria yang kerap disapa Pak Dul (Abdul) itu kepada Jawa Pos Radar Kediri pada Kamis (23/10).
Pria yang lama di Satpol PP Kota Kediri itu menganggap tanda kehormatan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas pengabdiannya di Pemkot Kediri. Dia telah mengabdi selama lebih dari 30 tahun. Menurutnya, penjaringan untuk mendapatkan tanda kehormatan itu sangat ketat. Poin paling penting adalah selama mengabdi di Pemkot Kediri, dirinya tidak pernah bermasalah.
Tanda kehormatan itu pula menjadi bukti bahwa Abdul sudah pantas dan layak menjabat sebagai camat. “Saya kenyang di lapangan,” lanjutnya. Karena itu, saat dipercaya menjadi camat, dia mengambil cara yang tak biasa untuk menciptakan kondusifitas di wilayahnya.
Abdul memilih untuk berkeliling ke kelurahan setiap Jumat. Program itu dilakukan untuk merekatkan hubungannya dengan kelurahan. Pada kesempatan yang sama, Abdul juga selalu membuka komunikasi dengan pondok pesantren di Mojoroto.
Tidak hanya itu, lulusan Universitas Kadiri (Unik) itu juga membuka ruang komunikasi dengan instansi jajaran TNI/Polri. Bagi Abdul, keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas yang harus dijaga di wilayahnya. Karena itu yang perlu dilakukan saat ini adalah merangkul kelurahan, tokoh masyarakat, dan TNI/Polri.
Apalagi sebagai camat dia mendapat tugas khusus untuk mengawasi dan mengawal dana kelurahan. Serta memastikan program urban farming dari Wali Kota Vinanda di kecamatannya harus berjalan dengan baik.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian