Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Kepala Desa Papar drh Joko Santosa, Dokter Hewan yang Jatuh Cinta dengan Dunia Seni

Diana Yunita Sari • Selasa, 2 September 2025 | 16:00 WIB

 

 

Kades Papar drh Joko Sutanto.
Kades Papar drh Joko Sutanto.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Joko Santosa memiliki penampilan cukup nyentrik. Tak seperti kebanyakan kepala desa lainnya.

Dengan rambut panjangnya, dia justru lebih mirip seorang seniman. Padahal sejatinya dia tidak memiliki latar belakang seni. Namun Joko memang sangat menggilai kesenian lokal Indonesia.

“Bukan seniman, tapi penikmat seni. Baik tarian, lukisan, maupun kesenian lainnya,” ujar pria lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Joko pertama kali menjabat sebagai kepala desa pada periode 2008–2016. Kemudian kembali terpilih untuk memimpin warganya pada 2023 lalu.

¹Baca Juga: Mengenal Sosok Si Cantik Aulia Safina Putri, Top 5th Putra Putri Batik Kabupaten Kediri

Sebagai dokter hewan, dia setiap hari berkeliling desa untuk berkomunikasi dengan para peternak. Menjalankan program ketahanan pangan. Namun di sisi lain, dia juga menaruh perhatian besar pada pelestarian budaya.

Sejak awal masa jabatannya, Joko berkomitmen memfasilitasi Sanggar Tari Prameswari agar memiliki ruang latihan yang lebih luas.

Pada tahun 2010, dia memanfaatkan gedung serbaguna Desa Papar sebagai tempat berlatih. Sehingga anak-anak bisa mengembangkan minat seni mereka dengan lebih leluasa.

“Alasan saya menggerakkan kesenian karena ingin anak muda paham kebudayaan, terutama tari. Di era global seperti sekarang, tantangannya semakin banyak,” ungkapnya.

Bagi Joko, seni bukan hanya hiburan. Melainkan juga sarana pembentukan karakter. Dia menuturkan, kedua putrinya pernah menjadi anggota Sanggar Prameswari hingga lulus kuliah.

Pengalaman tersebut membuat mereka lebih percaya diri untuk tampil di berbagai kesempatan.

“Pengalaman non-akademis itu penting sebagai bekal anak. Karena itu, kita membekali mereka dengan tarian dan kegiatan seni,” jelasnya.

Selain sebagai wadah kreativitas, Joko menilai kegiatan seni juga bisa menjadi solusi di tengah maraknya kecanduan gawai pada anak-anak.

Dengan adanya kegiatan rutin, mereka diharapkan lebih aktif bersosialisasi dan berkreasi secara positif.

Tak berhenti di situ, Joko memiliki rencana membangun perpustakaan desa tahun depan. Bangunan di samping gedung serbaguna akan dimanfaatkan untuk tujuan tersebut.

Saat ini, dia bersama warga mulai mencicil koleksi buku. Sebagian dari hasil sumbangan dan sebagian lagi dibeli.

“Niatnya tahun ini mau membuat perpustakaan desa. Beberapa warga sudah mendaftar untuk menyumbang buku. Sebagian juga mau beli,” tuturnya.

Perpustakaan itu diharapkan menjadi fasilitas publik yang bermanfaat, sekaligus pendukung kegiatan seni anak-anak.

“Biar anak-anak bisa sambil baca buku saat menunggu giliran menari, jadi tidak melulu bermain ponsel,” pungkas Joko.

Editor : Andhika Attar Anindita
#budaya #kediri #Desa Papar #tari #seni #tradisi