Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Ery, Mahasiswi Kediri yang Sukses Jadi MUA Sejak Remaja

Diana Yunita Sari • Senin, 18 Agustus 2025 | 04:22 WIB
Ery Puspita MUA muda Kediri (foto: Diana)
Ery Puspita MUA muda Kediri (foto: Diana)

JP Radar Kediri-Usia muda bukan halangan bagi Ery Puspita Sari untuk meniti karier sebagai perias pengantin. Di usianya yang baru 21 tahun, wanita asal Desa Kapurejo, Kecamatan Pagu, ini telah sukses mengembangkan bakat rias wajah menjadi usaha menjanjikan di dunia wedding.

Ery saat ini tercatat sebagai mahasiswi semester 4 Universitas Nusantara PGRI Kediri. Ia mulai menekuni dunia make-up sejak lulus SMA pada usia 17 tahun.

Kemampuannya diasah secara otodidak melalui bimbingan sang ibu yang telah menjadi perias sejak awal 2000-an. Kakak perempuannya juga berprofesi sebagai  make up artist(MUA). Selain belajar langsung dari keluarga, Ery juga rajin mengikuti kursus online.

“Kebetulan ibu perias sejak aku lahir, dan kakak juga MUA, jadi banyak belajar dari mereka,” ujarnya.

Menariknya, meskipun memiliki minat kuat di dunia kecantikan, Ery memilih jurusan kuliah yang tidak berhubungan langsung dengan tata rias.

Alasannya, ia percaya bahwa kecantikan adalah bidang yang bisa dipelajari secara mandiri dan fleksibel dari berbagai sumber. Ia juga ingin memperluas relasi dan wawasan melalui dunia akademik yang berbeda.

“Kalau saya kuliah di jurusan Tata Rias, kan teman-temannya juga MUA. Gak bisa jadi klien dong,” ucapnya sambil tertawa.

Dalam sebulan, Ery biasanya melayani 4 hingga 8 klien pernikahan. Namun karena masih menjalani kuliah, ia sengaja membatasi hanya menerima maksimal 4 klien per bulan atau satu klien setiap minggu. Saat bertugas, Ery dibantu satu orang asisten. Jika menangani paket lengkap, ia melibatkan dua orang tambahan.

Usianya yang tergolong muda seringkali membuat keluarga calon pengantin terkejut. “Sering banget waktu datang ke lokasi, keluarga pengantin bingung, ‘Lho, kok MUA-nya masih kecil? Ini bisa ya?’,” kenangnya.

Namun Ery tak pernah mengambil hati. Ia tetap fokus bekerja dan selalu berusaha memberikan hasil terbaik. Di tengah padatnya jadwal merias, Ery juga aktif di organisasi kampus, yakni Himpunan Mahasiswa Jurusan (HIMA). Ia pintar membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan pekerjaan.

“Kebetulan kuliah sering online, jadi ada waktu untuk kerja. Kalau ada kegiatan organisasi, saya selesaikan dulu sebelum ambil job,” jelasnya.

Ia mengaku pernah harus merias pengantin sejak pukul 2 pagi, lalu langsung kuliah tanpa pulang. 

“Peralatannya saya bawa ke kampus. Teman-teman juga udah paham,” katanya.

Dalam satu bulan, Ery bisa mendapatkan penghasilan dari rias pengantin hingga 7 Juta Rupiah, yang akan ia bagi kepada asisten dan ibunya. 

Saat ini, Ery fokus membangun portofolio make-up agar bisa menjangkau lebih banyak klien. Untuk urusan busana, ia memanfaatkan koleksi gaun pengantin milik ibunya yang juga seorang penjahit. Pilihan gaunnya beragam, dari kebaya vintage hingga model modern yang terus diperbarui.

Ery bersyukur karena orang tuanya selalu memberi dukungan penuh atas pilihannya. 

“Orang tua malah senang saya punya banyak kegiatan untuk berkembang,” pungkasnya.(*)

 

Editor : Mahfud
#make up pernikahan #kediri #Make up artis #sosok inspiratif #mua #make up pengantin