Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sosok Galuh Mustika Pratiwi, Atlet Angkat Berat Kota Kediri di Ajang Porprov Jatim 2025

Emilia Susanti • Minggu, 22 Juni 2025 | 03:42 WIB
Sosok Galuh Mustika Pratiwi, Atlet Angkat Berat Kota Kediri di Ajang Porprov Jatim 2025.
Sosok Galuh Mustika Pratiwi, Atlet Angkat Berat Kota Kediri di Ajang Porprov Jatim 2025.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Angkat berat menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) unggulan di Kota Tahu. Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025.

Galuh Mustika Pratiwi menjadi salah satu atlet yang akan turun di cabor ini. Dia diharapkan bisa membawa dua medali emas untuk Kota Kediri.

Panggilan akrabnya Galuh. Usianya sekarang 19 tahun. Pada porprov tahun ini, gadis asal Kelurahan Ngadirejo Kecamatan Kota ini akan turun di kelas 47 kilogram.

“Ini porprov ketiga saya,” kata Galuh saat ditemui di tempat latihannya. Ya, Galuh sebelumnya sudah turun di Porprov Jatim pada 2021 dan 2023 lalu.

Hanya saja, dia belum bisa meraih medali emas pada ajang multievent tersebut. Karenanya, dia mengaku akan bekerja keras demi meraih target yang sudah ditetapkan.

“Pasti ada rasa grogi. Tetapi itu malah jadi pemicu untuk buktikan kalau aku memang mampu,” aku gadis asal Kelurahan Ngadirejo ini.

Mengenal lebih dalam, Galuh menceritakan pengalamannya saat terjun di dunia angat berat. Kala itu, salah satu guru sekolah dasar (SD) mengajaknya untuk berlatih.

Notabene, gurunya tersebut merupakan pelatih di cabor ini. “Waktu itu masih kelas enam SD,” ingat gadis lulusan SD Negeri Ngadirejo 3 tersebut.

Lucunya, Galuh hanya mengikuti latihan selama dua hari saja. Sebab, orang tuanya, terutama sang Ibu melarang.

Selanjutnya, anak nomor tiga dari empat bersaudara itu mencoba cabor pentaque. Bahkan sudah beberapa kali mengkuti kompetisi. “Kurang lebih saya setahun di pentaque,” kenangnya.

Namun ternyata, jodohnya memang pada cabor angkat berat. Pasalnya, jarak rumahnya dengan tempat latihan pentaque dinilai jauh oleh orang tuanya.

Sehingga, Galuh memutuskan berpindah cabor. “Orang tua khawatir. Akhirnya terjun lagi di angkat berat karena lebih dekat dengan rumah,” ceritanya.

Setelah kembali ke cabor angkat berat, Galuh langsung merasa cocok dan nyaman. Terutama dengan teman-temannya.

Bahkan keakraban yang terjalin embuatnya tidak bosan dengan aktivitas latihan rutin yang harus dijalani. “Malah sekarang menjadi bagian penting dari keseharian saya,” candanya.

Ke depan, Galuh mengaku masih ingin terus menggeluti dunia angkat berat. Baginya, porprov bukanlah ajang akhir yang ingin dicapainya.

Melainkan hanya sebuah batu loncatan untuk ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) atau kejuaraan lainnya. “Saya ingin terus berkembang,” tandasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#Porprov Jatim 2025 #angkat berat #atlet #kota kediri