KEDIRI, JP Radar Kediri- Qisthi jadi salah satu atlet Kota Kediri yang akan tampil di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.
Gadis yang masih berusia 14 tahun ini akan turun di cabang olahraga (cabor) angkat besi di kelas 69 kilogram plus. Target yang dibebankan kepadanya adalah medali perak.
Menariknya, Qisthi merupakan atlet angkat besi termuda yang akan ikut Porprov 2025. Pun pada Porprov 2023 dan Porprov 2022.
Kala itu, dia masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Tepatnya saat masih kelas 6. “Dulu belum dapat medali saat porprov pertama,” ceritanya.
Setahun kemudian, Qisthi mendapat medali pertamanya di Poprov 2023. Tak tanggung-tanggung, dia langsung meraih tiga medali perunggu.
Yakni untuk snatch, clean and jerk, dan total. Dan tahun ini, targetnya meningkat. Yakni medali perak.
“Targetnya perak. Cuman saya berusaha mendapatkan emas,” katanya dengan sangat optimistis.
Bagi Qisthi, berlatih setiap hari bukan beban untuknya. Bahkan, dia saat ini menikmati aktivitas latihannya.
Apalagi dia mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Di samping itu, dia merasa nyaman bersama rekan-rekan sesama atletnya.
“Dulu pertama kali ikut angkat besi karena dari teman. Saya kan badannya gemuk, jadi memang untuk olahraga aja,” lanjut Qisthi menceritakan awal mula bergabung di cabor angkat besi saat masih kelas 4 SD.
Sejak saat itu, Qisthi terus menekuni olahraga angkat besi. Lambat laun, kemampuannya semakin terasah hingga akhirnya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri menurunkannya di Porprov 2022 lalu.
Meski begitu, perjalanan Qisthi tidak selalu berjalan mulus. Sebab, dia sempat mendapatkan cedera. Lantaran diduga proses penurunan berat badan yang signifikan dalam kurun waktu singkat.
Dia mengalami cedera lutut yang membuatnya harus rutin menjalani terapi selama kurang lebih dua tahun.
“Porprov pertama itu kan saya mau diturunkan di kelas 55 kilogram tetapi berat badan masih 63 kilogram. Turunnya drastis terus abis itu cedera (lutut kaki kiri, red),” kenang dara yang pernah bercita-cita menjadi dokter tersebut.
Untungnya, cedera yang dialami tidak parah. Dara berumur 14 tahun itu tetap bisa mengikuti kejuaraan di tingkat daerah maupun nasional.
Hanya saja, dia harus terapi pijat selama satu minggu sekali selama dua tahun. Di usia Qisthi yang masih muda, karirnya sebagai atlet masih panjang.
Anak bungsu dari dua bersaudara itu mengaku masih ingin bergelut di dunia angkat besi. Tentu saja dirinya ingin tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) nantinya. “Iya pengen,” aku siswi SMPN 5 Kota Kediri tersebut.
Terakhir, Qisthi juga selalu mengingat pesan kedua orangtuanya. Yakni harus rajin berlatih serta mengikuti instruksi atau arahan dari pelatih.
“Saya ingin membanggakan orang tua,” tandas remaja yang tinggal di Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita