KEDIRI, JP Radar Kediri-RA Kartini telah menjadi teladan bagi kaum perempuan di Indonesia. Diperingati setiap 21 April itu, pahlawan perempuan itu telah membuktikan jika dirinya mampu menjadi penggerak perubahan. Meski perjuangannya di masa penjajahan Belanda, nilai-nilainya tetap tumbuh sampai saat ini.
Begitulah pandangan Novi Nitya Santi, Dosen PGSD UNP Kediri pengampu mata kuliah Psikologi terhadap sosok Kartini. Baginya pahlawan asal Jepara, Jawa Tengah itu telah menjadi simbol perempuan Indonesia yang tangguh dan tak mudah menyerah. Menjadi Kartini masa kini harus mampu menjunjung tinggi profesionalisme, kesetaraan, dan empati.
“Kartini adalah simbol kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Dalam konteks saat ini, memaknai Hari Kartini berarti terus berjuang untuk meningkatkan kesadaran dan kesetaraan gender, serta memberdayakan perempuan untuk mencapai potensi mereka,” ungkap perempuan kelahiran November ini.
Sebagai Dosen PGSD UNP Kediri, Novi pun ikut meneladani RA Kartini dengan cara terus aktif di tengah masyarakat. Sebelum menjadi dosen, dia telah menyelesaikan pendidikan magister psikologi. Sebagai dosen aktivitasnya tidak hanya di ruang kelas. Dia mempunyai beberapa kegiatan sebagai bukti kepeduliannya terhadap masyarakat kabupaten Kediri.
Baca Juga: Nana Putri Wulandari Jadi Petani dan Pengusaha yang Tetap Prioritaskan Keluarga
Beberapa kegiatan yang aktif dilakukan secara rutin sejak 2017 lalu adalah talkshow di radio kharisma FM tentang konsultasi psikologi. Mulai dari kegiatan parenting ke sekolah-sekolah, hingga aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan korban kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi pada perempuan.
Dia juga aktif mencegah stunting dengan melakukan sosialisasi “Gemarikan untuk mencegah stunting”. Di samping itu, dia mempunyai program pendampingan belajar di wilayah pinggiran di Kabupaten Kediri. Pendampingan belajar ini diberi nama Campus on Duty. Kegiatan Campus on Duty (CoD) berawal pada masa pandemi karena rasa prihatin terhadap anak-anak SD yang kurang mendapatkan pelajaran.
Awalnya kegiatan ini mendampingi 10 SDN di Kabupaten Kediri terutama bergerak di 6 literasi dasar, program ini dapat apresiasi dari kementrian berupa lolos hibah yang didanai LPDP.
“Alhamdulilah kegiatan ini sudah berjalan 4 tahun dengan 16 SD yang di dampingi,” ujar dosen yang juga aktif di pengurus Fatayat NU Kabupaten Kediri. Dari pendampingan belajar tersebut muncul berbagai kegiatan yang dilakukan, misalnya pendampingan anak berkebutuhan khusus. Lalu pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan berjualan online. Dan juga membantu para umkm dalam pengurusan izin usaha.
Untuk diketahui perempuan yang kerap disapa “Mbak Novi” ini mempunyai Page media sosial yang beranggotakan 50 rb lebih. Dapat ditemui di https://www.facebook.com/groups/kpoppare/ page ini mewadahi para pedagang untuk berjualan page ini sudah berjalan 8 tahun. Selain itu dia juga aktif menggunakan media sosial https://www.facebook.com/novi.n.santi. Dan aktif di laman instagram https://www.instagram.com/novinityasa-nti/.
Dari media sosial itu, Mbak Novi juga berjualan berbagai olahan sambal, aneka seafood dan buah impor. Mbak Novi juga aktif dalam menulis ada beberapa jurnal nasional maupun internasional yang sudah ditulis.
Ada 3 buku yang sudah ditulis. Yakni Perkembangan Peserta Didik, Psikologi Pendidikan, dan Pendidikan Inklusi. Kemudian ada 2 HAKI yang sudah terbit. Dari ketiga buku yang ditulis Mbak Novi ada satu buku yang membuat penulis lebih terpanggil hatinya untuk membantu anak- anak berkebutuhan khusus.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian