Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gus Dur dan Cerita Lebaran Pertama di Istana Sebagai Presiden yang Membekas dalam Ingatan.  

Ilmidza Amalia Nadzira • Sabtu, 5 April 2025 | 05:54 WIB

Gus Dur dan Cerita Lebaran Pertama di Istana Sebagai Presiden yang Membekas dalam Ingatan.
Gus Dur dan Cerita Lebaran Pertama di Istana Sebagai Presiden yang Membekas dalam Ingatan.
JP Radar Kediri – Siapa yang tidak mengenal Abdurrahman Wahid Hasyim atau yang kerap disapa dengan Gus Dur?

Ya, dia adalah Presiden Keempat yang memimpin Negara Indonesia sejak bulan Oktober 1999 hingga akhirnya turun dari kursi kepemimpinan pada Juli 2001.

Caranya memimpin negara unik dari pemimpin sebelumnya, membuat Gus Dur menjadi sosok yang istimewa dan bahkan diidolakan bagi mereka yang terus mengenangnya.

Anak bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid melalui channel YouTube Jimmy Oentoro, membagikan cerita tentang sang ayah yang pada saat itu menjabat sebagai Presiden Indonesia dan merayakan lebaran pertama di istana.

Inayah bercerita, saat pertama kalinya Gus Dur dan keluarga merayakan lebaran di Istana, Gus Dur meminta untuk membuka lebar pintu Istana dan memperbolehkan siapapun untuk masuk dan berkunjung.

“Suatu kali, kami lebaran itu lebaran pertama Gus Dur menjadi Presiden. Lalu kemudian, Gus Dur bilang ‘kita open house. Semua boleh datang.’” kata Inayah

Tanpa memandang pekerjaan, jabatan, background pendidikan, semuanya diperbolehkan untuk datang ke Istana dimomen lebaran itu.

“Jadi dari tukang sapu sampai menteri semuanya datang,” lanjutnya.

Sampai semua orang berkumpul untuk berkunjung ke istana. Namun, ada satu hal yang mengganjal. Pintu istana masih tertutup rapat dan belum terbuka sedikitpun. Staf istana yang pada saat  itu berada di sana, terlihat sibuk dan bingung sendiri.

Gus Dur pun mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi disana sampai pintu istana belum juga dibukan.

“Staf-staf istanah tuh pada kasak-kusuk gitu. Terus, Gus Dur ngomong gini ‘apa sih dari tadi, ini kenapa pintu nggak dibuka-buka’ gitu.” kata Inayah.

Para staf istana pun menyampaikan kebingungan mereka kepada Presiden Indonesia keempat itu. Mereka bingung karena karpet istana pada saat itu masih baru.

Para staf istana mempermasalahkan para tamu yang akan memasuki istana tersebut tidak hanya pejabat dan para menteri saja, namun juga para tukang sampah, pemulung, tukang sapu, dan lainnya. Staf istana berniat untuk menggulungnya agar karpet tersebut tidak kotor.

Gus Dur pun melontarkan jawaban atas kebingungan para staf istana tersebut. Karpet yang akan digulung oleh staf istana merupakan milik rakyat.

Dari hasil uang pajak yang dikumpulkan dari mereka dan mereka berhak untuk merasakan apa yang memang milik mereka.

“Terus bapak saya bilang gini, ‘heh, karpet itu ya yang beli mereka. Punya uang mereka. Dari pajak mereka. Jadi itu milik mereka. Mereka mau injak-injak, mereka mau guling-guling di situ, mereka mau koprol di situ, terserah mereka.

Harus dibuka. Biar mereka ngerasain milik mereka sendiri.” Ujar Inayah

Penulis : Nabila Syifa'ul Fuada lii Dzikrilla

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #Presiden RI #istana #Cerita #gus dur #lebaran