KEDIRI, JP Radar Kediri- Riko Setiawan tidak pernah menyangka bakal bekerja sebagai pemadam kebakaran. Lulusan Politeknik Negeri Surabaya (PENS) itu sangat mendambakan pekerjaan sebagai pegawai BUMN.
Semuanya pupus karena harus merawat orang tuanya yang sedang sakit. Kepasrahan pria yang kerap disapa Riko itu akhirnya terjawab 5 tahun lalu.
Baca Juga: Ini Kisah Hakim Rahmadsyah Parnata Bisa Jabat Ketua KONI Kabupaten Kediri di Usia Muda
Setelah rela menguburkan mimpi menjadi pegawai BUMN, dia akhirnya diterima sebagai PNS Pemkab Kediri. Pertama kali bekerja dia ditempatkan di Pos Pemadam Kebakaran Pare.
“Saat pertama kali bekerja, banyak laporan kejadian di luar tugas utama. Dari membersihkan batang tikus hingga menyingkirkan kodok,” kenang pria 30 tahun itu.
Sebagai orang yang memiliki background teknik, tidak mudah baginya saat harus career switch sebagai petugas damkar. Banyak teori yang harus dipelajari secara lebih dalam.
“Kalau praktiknya cenderung lebih mudah. Yang sulit itu mempelajari teori dibalik kebakarannya,” ungkap lelaki yang memiliki hobi endurance training.
Baca Juga: Kabar Duka, Ulama kharismatik Aceh Meninggal Dunia, Berikut Kronologinya
Karena pekerjaan yang dijalaninya jauh dari bidang akademiknya, Riko harus ikut pelatihan tingkat rescue 1.
Dari pelatihan itu dia mulai terbiasa jika harus menangani kejadian yang laporannya masuk secara tiba-tiba. Dan di luar nalar.
Baca Juga: Ini Kisah Sheila Qinna Rossalinda Menjadi Duta Literasi Pendidikan Indonesia Terfavorit
Ketika ditempatkan di Pos Damkar Ngadiluwih, ada pengalaman yang menurutnya langka terjadi. Yaitu melepaskan cincin di alat kelamin. Kejadian seperti itu tidak hanya terjadi satu kali.
Tapi terjadi beberapa kali di tempat berbeda. Pernah ada di Grogol dan Pare. Dia bersyukur semua bisa tertangani dengan baik.
Meskipun sudah berpengalaman menjadi petugas damkar, Riko tak kuasa menahan kesedihannya saat melihat pemilik rumah harus kehilangan harta benda karena amukan si jago merah.
Baca Juga: Sosok Konten Kreator Kuliner Kediri yang Masih Ogah Kerja Kantoran
Korban kebakaran pasti shock, lemas, dan menangis saat harta bendanya ludes dilalap api.
“Saya tidak takut dengan apinya tapi sedih melihat korbannya,” terang pria yang saat ini berdomisili di Kelurahan Manisrenggo.
Sejauh ini, kasus yang paling sering dialaminya adalah kebakaran karena adanya konsleting listrik.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian