Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Setiap Bulan Kena Gigit, Yan Setiawan, Delapan Tahun Menjadi Pawang Anjing di K-9 Mitra Polri

Novanda Nirwana • Jumat, 15 November 2024 | 16:52 WIB
Unit K-9 Polres Kediri Kota usai melakukan latihan dengan anjing yang biasa dilibatkan di berbagai kegiatan kepolisian.
Unit K-9 Polres Kediri Kota usai melakukan latihan dengan anjing yang biasa dilibatkan di berbagai kegiatan kepolisian.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Dua anjing jenis herder mengendus setiap sudut Insumo Kediri Convention Center (IKCC) Kamis (14/10). Sekitar pukul 15.30, beberapa jam sebelum agenda penting debat pilkada berlangsung malam harinya.

Dua anjing besar  itu sengaja dibawa untuk melakukan sterilisasi. Melacak bila saja ada barang atau benda berbahaya. 

Dua anjing itu tidak lepas begitu saja. Di leher mereka melingkar kalung yang terhubung dengan tali kekang.

Ujung tali tersebut melingkar kuat di telapak tangan pria berbaju hitam, lengkap dengan rompi bertanda K9. 

“Milo sit!” perintah salah satu pria itu kepada anjing yang dia kendalikan. Sang anjing pun menurut. Langsung duduk mendengar perintah tersebut. 

Pria itu adalah Yan Setiawan. Salah seorang pelatih anjing di unit K-9, unit khusus anjing pelacak yang bermitra dengan Polres Kediri Kota. 

“Sudah delapan tahunan saya menjadi pelatih,” terang pria 49 tahun ini. 

Di sela-sela mengendalikan anjing berusia dua tahun itu, Yan bercerita, dia tak menyangka akan diminta menjadi pawang anjing di K9.

Meskipun, dunia anjing sudah tidak asing lagi baginya. Sebab, dia juga tergabung dalam Kediri Dog Club (KDG).

Ketika mendapat penawaran bergabung dengan K9, dia tak berpikir panjang.

Langsung mengiyakan dan bergabung dengan unit khusus ini. Apalagi, sebenarnya, dia dulu bercita-cita jadi anggota TNI maupun Polri. Impian yang tidak terwujud karena takdir berkata lain.

Sebagai pawang hewan yang dikenal buas, Yan punya pendekatan tersendiri. Saat melatih seekor anjing, dia perlu waktu untuk mengenal terlebih dulu.

Yang dia gunakan untuk menjalin hubungan dan mendekatkan diri dengan anjing yang dia latih.

Di masa-masa ini setiap hari dia akan melakukan pendekatan. Hingga si anjing mengenal dirinya sebagai pelatih.

Toh, itu tak membuatnya lepas dari kesulitan. Bahkan, sampai pernah digigit oleh anjing yang dia asuh. Seperti terjadi pada 2018 silam.

Saat mengamankan pertandingan sepak bola, dan terjadi kerusuhan. Ketika ada suasana chaos seperti itu, si anjing menjadi liar dan berusaha lepas dan lari ke kerumunan.

“Anjingnya sulit dikendalikan karena melihat massa yang rusuh di Tirtayasa,” kenang Yan.

Tapi, dia tak membiarkan itu terjadi. Sebagai pelatih dan pengendali, Yan harus patuh pada komando.

“Kalau tak ada ada perintah Kapolres kami tidak berani melepas satwa untuk menyerang. Tapi, malah saya yang kena gigit,” dalihnya.  

Tak hanya mendapat gigitan, tangan Yan yang digunakan untuk menahan tali agar tidak lepas pun lecet. Padahal ia memakai sarung tangan.

Segera dia memberi bubuk amoxilin yang sudah dipersiapkan. Pemberian bubuk antibiotik tersebut merupakan langkah pertolongan pertama ketika digigit anjing.

“Setiap mau pengamanan itu saya selalu bawa obat amoxilin yang sudah dihancurkan, jaga-jaga kalau digigit,” papar pria asal Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Kota Kediri itu.  

Tak hanya sekali Yan digigit, namun berkali-kali. Bahkan setiap bulan ia hampir tergigit. Namun hal itu tidak membuatnya kesal dengan piaraannya itu.

Beberapa kali digigit pun, pria pecinta anjing itu tidak pernah terkena rabies. Sebab, anjing-anjing yang ia latih melakukan perawatan dokter tiap bulannya. 

“Jadi anjing dan pawangnya itu sama-sama rutin suntik rabies untuk meminimalisirnya,” ungkap pria berkacamata itu.  

Tak hanya itu, Yan juga memiliki pengalaman menarik lainnya ketika ia bertugas bersama anjing K9. Juga pada 2018 lalu, anjing jenis Herder yang ia bawa menemukan narkoba jenis pil dobel L di salah satu klub malam di Kediri.

Saat itu memang dilakukan operasi gabungan yang melibatkan K9. Yan yang saat itu melakukan penyisiran bersama anjingnya menemukan narkoba di dekat bak sampah. 

“Anjingnya itu diam disitu aja sambil menggereng terus eker-eker kakinya,” jelasnya. 

Setelah melihat anjingnya bertingkah aneh, lantas ia langsung memanggil polisi lain untuk mengecek. Ternyata memang ada narkoba di sekitar bak sampah tersebut.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #polri #Pawang Anjing #jawapos #Pawang K 9 #mitra polri