JP Radar Kediri- Kecintaannya dengan dunia catur diwarisi dari Syamsul Bahri, sang ayah. Meski bukan atlet profesional, Syamsul hobi bermain catur. Tak disangka, Adeeba dan As ikut tertarik dengan permainan asah otak tersebut.
Beruntung, Syamsul mampu menangkap gelagat tersebut. Dia agaknya juga memiliki insting yang kuat. Secara tidak langsung, dia terus mengasah kemampuan anak-anaknya.
“Saya lihat kok ada ketertarikan dan bakat yang bagus. Akhirnya, saya masukkan ke klub catur,” terang Syamsul.
As yang kini berusia 13 tahun tidak pernah merasa minder. Bahkan, diadu dengan kakak-kakaknya dia berani. Padahal, Adeeba sekarang sudah menginjak umur 17 tahun. Terpaut usia empat tahun tak membuat As gentar.
Bahkan, anak bungsu ini mengaku senang sekaligus tertantang. “Seru, cocok juga sama saya. Saya juga suka yang mengasah kemampuan strategi,” aku As.
Tak lama setelah masuk klub, As memberanikan diri ikut kejuaraan tingkat Kota Kediri. Meski kala itu masih berusia enam tahun, dia tidak merasa takut. Dan hebatnya, dia meraih juara pertama di kelasnya. “Tentunya senang sekali dan semakin semangat untuk terus ikut,” ungkap bocah dengan rambut lurus tersebut.
Dari situ, berbagai kejuaraan terus dia ikuti. Mulai dari kejuaraan kecil hingga tingkat nasional. Kemenangan demi kememenangan terus As dapatkan. Seperti Kejurnas 2018 di Aceh, misalnya. Dia meraih medali emas.
Kemudian di kejuaraan Eastern Asia Youth Chess Championship 2019 di Bangkok, Thailand. Dia juga berhasil meraih juara. Di kelas catur klasik dan kilat, As berhasil meraih medali perunggu.
Sementara itu, prestasi Adeeba tak kalah menterengnya. Saat Kejurprov Jatim 2020, dia meraih medali perak. “Tentunya senang sekali. Gak nyangka,” ucap gadis muda tersebut.
Berbagai kejuaraan terus diikutinya. Seperti Porprov Jatim 2022, misalnya. Dia berhasil meraih medali perak dan perunggu. Kemudian di Kejuaraan Asian Youth Chess Championship 2022 di Bali. Keduanya berhasil meraih kemenangan. Adeeba berhasil meraih satu emas, tiga perak dan satu perunggu. Sementara As, berhasil meraih dua perunggu.
Adeeba juga ikut kejuaraan World School di Yunani pada 2023 lalu. Dia menjadi perwakilan cewek satu-satunya dari Indonesia. “Walau belum menang, tapi gapapa. Harus terus semangat,” sebutnya.
Tak berhenti di sana. Mereka kembali menjajal kejuaraan tingkat internasional. Kali ini keduanya mengikuti Eastern Asia Youth Chess Championship di Penang, Malaysia pada 12-21 Juli lalu. Adeeba meraih medali perak di kelas catur cepat dan perunggu di catur standar. Sedangkan As mendapatkan medali perunggu di catur standar.
“Setelah ikut di Malaysia itu, pulang langsung ikut Kejurprov. Dua-duanya dapat emas,” aku Syamsul bangga.
Kini, mereka berdua tengah fokus latihan untuk Kejurnas 2024 yang akan dilaksanakan pada November nanti. Mereka berharap, bisa mendapatkan juara satu. Sehingga dapat mewakili Indonesia di kejuaraan internasional berikutnya.
Tentunya, berbagai latihan rutin harus mereka lakukan untuk bisa mencapai itu. Seperti rajin bertanding dengan pemain senior dari Kediri dan luar daerah. Karena, menurut mereka latihan dengan giat adalah kunci menuju kemenangan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah