KEDIRI, JP Radar Kediri - Dunia tarik suara adalah kegemarannya. Yang dia geluti sejak belia. Tak ingin dia tinggalkan meskipun kini bergelut dengan profesi yang mencerdaskan generasi bangsa.
Menjadi guru adalah cita-cita mulianya. Mengamalkan ilmu yang dia dapat di bangku kuliah. Wanita ini adalah jebolan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik.
Karena itulah, karir sebagai guru terus dia rintis. Selulus kuliah, 2018, dia mencoba memulai rintisan itu. Mendaftar jadi guru. Dan, gadis asal Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri ini bisa mewujudkannya. Meskipun hanya menjadi guru honorer di salah satu sekolah di Surabaya.
Di tahun itu, sebenarnya Erna sempat mencoba peruntungan. Mendaftarkan diri menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sayang, tidak berhasil. Peruntungan yang dia ulangi tahun berikutnya. Kali ini, yang dituju adalah SMAN 1 Grogol, Kabupaten Kediri
Ketika menjadi siswa SDN Kalirong 1 Erna ikut kelompok kasidah. Dari sinilah dia belajar banyak tentang dunia tarik suara. Sekaligus membawanya ke berbagai ajang lomba. Baik itu kasidah maupun lomba nyanyi solo. Mulai yang tingkat kabupaten hingga level Jatim. Kemenangan dan kegagalan silih berganti dia dapatkan.
Setelah itu, ketika SMP, Erna pun mulai jadi penyanyi 'pro'. Mendapat bayaran karena ikut kelompok elektone. Tampil dari terop ke terop alias menjadi penghibur ajang pernikahan atau lainnya.
"Karena cuma ikut ya bayarannya antara Rp 200 ribu ke Rp 300 ribu. Pakaian manggungnya juga pinjam," kenang wanita kelahiran 1992 ini.
Ketika kelas 10, alumnus SMAN 5 Kediri ini pernah mencoba peruntungan ikut ajang pencarian bakat Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 6. Ke Surabaya, mengikuti audisi.
Sayang, kesempatan ini gagal dia dapatkan.
Meskipun gagal masuk ke ajang itu, semangatnya dalam bernyanyi tak pupus. Hasratnya memacu kemampuan justru meningkat. Berbagai perlombaan nyanyi dia ikuti. Kemenangan sudah menjadi hal biasa. Kemampuannya itu semakin terasah ketika dia berada di kampus.
"Dari sisi teori dapat, dari sisi praktik juga dapat," aku almunus SMPN 1 Grogol ini.
Ketika kuliah inilah dia kembali menjajalan peruntungan. Ikut Dangdut Academy 1 pada 2014. sayang, gagal ketika audisi.
Tahun berikutnya, dia kembali ikut audisi di ajang yang sama. Ketika audisi di Surabaya dia kembali gagal. Dia pun bergerak cepat, mencoba peruntungan di audisi Semarang. Dan nasib baik menghampiri. Dia masuk ke babak final, menjadi 15 kontestan. Meskipun gagal menjadi juara.
Sejatinya, Erna sempat bimbang antara meniti karir menjadi penyanyi dengan meneruskan kuliahnya. Hal itu imbas dari keberhasilannya tampil di level nasional. Namun, ingatannya pada perkataan orang tua membuatnya memantapkan hati melanjutkan pendidikan.
"Saya ingat wejangan orang tua bahwa saya ke Surabaya untuk pendidikan," terangnya.
Toh, statusnya sebagai jebolan Finalis Dangdut Academy membuat namanya terangkat. Erna sering diundang manggung. Menjadi bintang tamu yang bayarannya tidak sedikit. Juga beberapa kali mewakili lembaganya bila ada perlombaan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah