KEDIRI, JP Radar Kediri – Harapan besar untuk memutus rantai kemiskinan antar-generasi kini hadir lewat sebuah gerakan nyata. EduHope Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang telah bergerak sejak Februari 2026 lalu, resmi meluncurkan platform digitalnya pada Juli ini.
Gerakan yang diinisiasi oleh Jesselyn Michelle Setiobudi selaku founder dan Jocelyn Cheryl Setiobudi selaku co-founder ini hadir sebagai jembatan transparan antara para donatur dermawan dengan anak-anak kurang mampu di seluruh Indonesia, dengan fokus awal pada pendidikan dasar.
Bukan rahasia lagi jika di sudut-sudut desa, termasuk di wilayah agraris, masih banyak anak yang ruang geraknya terbatas. Jesselyn mengungkapkan bahwa ide ini lahir dari keprihatinan mendalam saat melihat realitas di lapangan.
Banyak anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan—mulai dari anak yatim piatu, anak yang harus merawat neneknya yang terserang stroke, hingga anak-anak dari kalangan buruh tani yang sering kali kesulitan memenuhi kebutuhan sekolah.
"Kami sering melihat anak-anak dari keluarga buruh tani dan kondisi kurang beruntung lainnya berjuang keras hanya untuk bertahan di sekolah. Melalui EduHope, kami ingin mendorong mereka agar tetap berpendidikan. Hanya lewat pendidikanlah nasib antar-generasi (inter-generational mobility) ini bisa diubah," ujar Jesselyn Michele.
Melalui website yang baru saja diluncurkan bulan ini, EduHope menawarkan konsep beramal yang jauh lebih personal dan terfokus. Para donatur tidak lagi sekadar menyetor dana ke rekening tanpa tahu ujungnya. Di platform ini, donatur bisa memilih langsung anak mana yang ingin mereka bantu.
Seluruh kontribusi dialokasikan langsung untuk kebutuhan pokok pendidikan, seperti buku, seragam baru, hingga perlengkapan sekolah yang krusial untuk menghilangkan hambatan belajar. Langkah ini diambil agar setiap anak memiliki alat yang sama untuk meraih sukses akademis.
Satu hal yang menjadi pilar utama EduHope Foundation adalah transparansi mutlak. Organisasi ini mematahkan keraguan publik yang sering muncul dalam penyaluran donasi. Di EduHope, pembukuan pemakaian uang tercatat dengan sangat ketat, dan setiap bukti pemberian barang diarsipkan secara digital dalam bentuk foto.
Secara rutin, foto perkembangan anak dan laporan penggunaan dana dikirimkan langsung kepada donatur. Dengan koneksi pribadi ini, para dermawan dapat melihat langsung senyum dan dampak nyata dari setiap rupiah yang mereka sisihkan.
Meski platform digitalnya baru seumur jagung, gerakan yang dimulai sejak awal tahun ini telah membuktikan hasil. Ratusan anak kini telah diberdayakan, dan grafik hasil akademik mereka di berbagai sekolah mitra terus menunjukkan peningkatan.
EduHope bukan sekadar memberi bantuan instan, melainkan menanam investasi jangka panjang demi mengubah harapan menjadi kesempatan emas bagi masa depan anak-anak bangsa.
Editor : Anwar Bahar Basalamah