Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Merawat Lansia Lintas Budaya: Berbagi Praktik Indonesia dan Menggali Pengalaman Perawat di Jepang

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 3 Juni 2026 | 20:09 WIB
Tim Dementia And Aging Care Research Center (DACRC) di Jepang. (Foto: Dok. DACRC)
Tim Dementia And Aging Care Research Center (DACRC) di Jepang. (Foto: Dok. DACRC)

JP Radar Kediri - Sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional di bidang keperawatan lansia, tim dari Dementia and Aging Care Research Center (DACRC) Universitas Airlangga melaksanakan serangkaian kegiatan di Jepang pada tanggal 15–16 April 2026. Kegiatan ini mencakup penggalian pengalaman perawat Indonesia yang bekerja di Jepang serta pengabdian masyarakat internasional yang memperkenalkan praktik perawatan lansia di Indonesia kepada komunitas akademik Jepang.

Kegiatan diawali pada 15 April 2026 melalui wawancara dengan empat perawat dan care worker Indonesia yang bekerja di fasilitas perawatan lansia di wilayah Chiba, Saitama, dan Tokyo. Wawancara yang dilaksanakan di Kuta Bali Café tersebut menggunakan metode semi-structured interview untuk menggali pengalaman peserta dalam memberikan perawatan lansia di Jepang. Diskusi mencakup berbagai topik, mulai dari pengalaman kerja, tantangan dalam praktik sehari-hari, proses adaptasi terhadap budaya dan sistem pelayanan di Jepang, hingga berbagai pembelajaran yang diperoleh selama bekerja. Kegiatan ini memberikan gambaran mengenai peran tenaga kesehatan Indonesia dalam mendukung layanan perawatan lansia di Jepang yang terus berkembang seiring meningkatnya jumlah populasi lanjut usia.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada 16 April 2026 melalui kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang bertempat di Chiba University Graduate School of Nursing, Chiba, Jepang. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kondisi dan praktik perawatan lansia di Indonesia kepada akademisi dan peneliti Jepang, sekaligus menjadi wadah pertukaran pengetahuan mengenai isu-isu keperawatan gerontik dan demensia.

Kegiatan melibatkan peneliti dan profesor dari DACRC Universitas Airlangga, Chiba University Graduate School of Nursing, serta Tohoku University Graduate School of Medicine yang mengikuti secara daring. Sebelum sesi utama dimulai, peserta berkesempatan mengikuti campus tour untuk mengenal berbagai fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di Chiba University, termasuk sekolah keperawatan, fakultas kedokteran, dan rumah sakit pendidikan.

Foto: Dok. DACRC
Foto: Dok. DACRC

Pada sesi presentasi, Prof. Santi Martini memaparkan kondisi penyakit infeksi pada lansia di Indonesia beserta program pemerintah yang mendukung penanganannya.

Dr. Rizki Fitriyasari menjelaskan layanan psikogeriatri bagi lansia di Indonesia, 

Dr. Elida Ulfiana menyampaikan gambaran umum layanan perawatan lansia,

Neisya Pratiwindya Sudarsiwi mempresentasikan layanan geriatri di rumah sakit Indonesia, Dari pihak Jepang, Prof. Ayumi Igarashi memaparkan program edukasi demensia bagi siswa sekolah dasar, sedangkan 

Dr. Woro Mustika Weni membahas praktik person-centered care yang diterapkan oleh tenaga perawatan Indonesia yang bekerja di Jepang.

Melalui kedua kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai perawatan lansia dalam konteks yang berbeda. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kerja sama antara institusi di Indonesia dan Jepang serta meningkatkan pemahaman lintas budaya dalam praktik perawatan lansia dan demensia. Diharapkan kolaborasi semacam ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan lansia di kedua negara.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Dementia and Aging Care Research Center #universitas airlangga #jepang