Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tak Hanya Pelatihan, DP3AP2KB Kota Kediri Beri Pendampingan Jangka Panjang untuk Penguatan Ekonomi PEKKA

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 27 November 2025 | 21:30 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3AP2KB) Kota Kediri terus berupaya mengatasi kesenjangan ekonomi yang dihadapi oleh Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA).

Hingga November 2025, DP3AP2KB telah memfasilitasi total 94 orang PEKKA melalui berbagai program terpadu yang bertujuan meningkatkan kemandirian dan ketahanan keluarga.

Kepala DP3AP2KB Kota Kediri dr Muhammad Fajri Mubasysyir mengatakan, program fasilitasi PEKKA di Kota Kediri difokuskan pada dua pilar utama. Yaitu, peningkatan keterampilan ekonomi dan penguatan psikososial.

Sejak awal tahun 2025, DP3AP2KB telah mengintensifkan program pemberdayaan dengan memberikan pelatihan praktis. Sebanyak 46 PEKKA telah mengikuti pelatihan kewirausahaan yang berfokus pada teknik pembuatan berbagai produk makanan dan minuman.

“Tidak hanya memberikan bekal ilmu, kami juga melengkapi peserta dengan bantuan alat masak yang esensial untuk mendukung inisiasi atau pengembangan usaha mereka,” kata Fajri.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan hingga Oktober 2025, pelatihan tersebut menunjukkan dampak positif yang signifikan. Terjadi peningkatan nyata pada kualitas, inovasi, dan variasi produk yang dihasilkan oleh PEKKA. Itu secara langsung berdampak pada peningkatan potensi pendapatan rumah tangga mereka.

Fajri memahami bahwa dukungan tidak boleh berhenti setelah pelatihan usai. Untuk itu, DP3AP2KB membentuk grup konsultasi khusus yang menghubungkan peserta pelatihan dengan para instruktur.

Grup ini berfungsi sebagai ruang konsultasi berkelanjutan, tempat PEKKA dapat berbagi kendala, mencari solusi teknis, dan memperoleh pendampingan usaha jangka panjang.

Komitmen tersebut mencakup pemberian fasilitasi tambahan apabila diperlukan, guna menjamin keberlanjutan usaha yang dirintis oleh PEKKA.

Photo
Photo

"Kami berharap PEKKA yang telah mengikuti program fasilitasi pemberdayaan ini dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh, meningkatkan kapasitas usahanya, serta memanfaatkan jaringan dukungan yang sudah dibangun. Lebih jauh lagi, kami berharap mereka dapat menjadi contoh dan penggerak bagi PEKKA lainnya di lingkungan sekitar, sehingga terjadi peningkatan kemandirian ekonomi dan ketahanan keluarga secara berkelanjutan," tandas Fajri.

Data per November 2025 menunjukkan skala tantangan yang dihadapi. Jumlah total PEKKA yang terdata di Kota Kediri mencapai 13.160 orang. Fokus utama program adalah 6.161 PEKKA yang berada dalam perkiraan penghasilan maksimal Rp 2 juta per bulan.

Meskipun telah memfasilitasi total 124 orang sejak 2024 hingga 2025, jangkauan program pemberdayaan ini baru menyentuh angka kurang lebih 2 persen. Artinya, 98 persen dari PEKKA berpenghasilan rendah masih menunggu akses terhadap program serupa.

DP3AP2KB berkomitmen untuk memperluas cakupan layanan fasilitasi secara bertahap. Namun menyadari besarnya kebutuhan ini tidak mungkin ditangani sendiri.

"Ini menunjukkan perlunya kolaborasi yang jauh lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, dan masyarakat luas. Kami mengundang semua pihak untuk turut serta memberikan dukungan, pendampingan, serta akses pemberdayaan yang sesuai dengan latar belakang sosial-ekonomi bagi PEKKA, agar dapat memberikan dampak nyata dan merata," kata Fajri.

Bagi PEKKA yang belum terlibat, pihaknya berharap mereka dapat segera terjangkau dalam kegiatan pemberdayaan berikutnya.

 

 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#DP3AP2KB #ekonomi #pelatihan #Inovasi #Pekka