Tidak hanya memukul pelaku UMKM tapi juga pedagang yang membuka tenant di Mal. Saat peristiwa itu terjadi, mal di Kediri terpaksa ditutup lebih cepat. Hal itu menyebabkan omzet penjualan pada tenant ikut terjun bebas.
Seperti yang diceritakan Suci Retno, karyawan yang saat itu menjaga tenant aksesoris di Kediri Mall. Dia hanya mampu mendapatkan 30 persen dari total target penjualan. “Hanya dapat Rp 500 ribu saja, padahal targetnya Rp 2 juta,” tuturnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri pada Senin (1/9).
Karena masalah tersebut maka perempuan asal Gampengrejo itu terpaksa harus menambah target saat mal kembali beroperasi. “Target di hari selanjutnya ya ditambah, kerja harus lebih keras lagi,” lanjutnya.
Apalagi sebelum ada aksi pada Sabtu (30/8) lalu penjualannya tidak begitu ramai. Hal itu membuatnya semakin khawatir penjualan semakin merosot dan berdampak pada pengurangan jumlah karyawan.
Pengalaman serupa juga dirasakan Madu, sales parfum di Kediri Mall, saat hari biasa, dia mendapatkan omzet Rp 5 juta. Ketika mall harus ditutup, dia hanya mendapat 12 persen dari pendapatan di hari normal. “Saya hanya bisa mengantongi Rp 600 ribu,” aku perempuan asal Wates tersebut.
Penjualannya turun drastis. Jauh dari target SPV. Yang paling ditakutinya sama dengan Suci. “Harus siap kalau berhenti beroperasi lagi, apalagi isu akan demo lanjutan” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian