KEDIRI, JP Radar Kediri- Jelang musim giling 2025, PG Pesantren Baru menggelar doa bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan slow firing boiler atau menyalakan api perdana di Stasiun Ketel. Biasanya dikenal dengan 'cetik geni'.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat pada Kamis (24/4) kemarin. Diawali dengan pembacaan doa dan tahlil bersama jajaran manajemen PG Pesantren Baru, petani tebu, serta tokoh masyarakat sekitar.
Baca Juga: Musim Giling 2025, PG Ngadiredjo Gelar Doa Bersama dan Cetik Geni di Stasiun Ketel
General Manager PG Pesantren Baru Djarot Rudi Wardoyo menjelaskan, Slow Firing Boiler merupakan tradisi sebelum memasuki proses musim giling untuk memanaskan Stasiun Ketel.
"Nanti sebelum pelaksanaan giling, kami akan melakukan individual test dan general test di semua stasiun mesin," bebernya.
Baca Juga: Musim Giling 2025, PG Pesantren Baru Siap Giling Tebu 832.949 Ton
PG Pesantren Baru sendiri akan start giling 2025 pada pertengahan Mei 2025 mendatang. Target penggilingan tebu sebanyak 832.949 ton tebu.
"Kami mohon doa restunya kepada seluruh masyarakat dan stakeholder semoga giling berjalan lancar dan bisa melampaui target," harapnya.
Baca Juga: PG Pesantren Baru Sukseskan Gerakan Pangan Murah di Kota Kediri, Ini Respon Wali Kota Vinanda
PG Pesantren Baru akan terus berupaya menjadi yang terbaik. Dengan persiapan matang, PG Pesantren Baru optimistis bisa melampaui target yang sudah dicanangkan oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
"Dan musim giling tahun 2025 ini target kami berupaya terbaik dari sisi laba, jumlah tebu, dan terbaik di jumlah gula," pungkas Djarot.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian