JP Radar Kediri- Perkembangan pasar crypto yang memiliki volatilitas tinggi, membuat harga crypto dapat bergerak naik dan turun dengan cepat. Sehingga sebelum melakukan trading crypto maka harus melakukan analisis terlebih dahulu agar terhindar dari kerugian.
Apalagi untuk kamu yang memiliki dogecoin, saat ini harga aset crypto mengalami tekanan dari Desember 2024 lalu. Meski dalam 2 hari mengalami peningkatan. Namun bagaimana prediksi ke depan, apakah Dogecoin akan mengalami bearish?
Apa itu Dogecoin?
Dogecoin adalah salah satu bentuk mata uang digital atau cryptocurrency. Koin ini awalnya dibuat sebagai guyonan oleh dua insinyur perangkat lunak, yaitu Billy Markus dari Portland, Oregon, yang bekerja di IBM, dan Jackson Palmer dari Adobe.
Mereka berusaha menciptakan mata uang digital yang dapat menjangkau lebih banyak orang dibandingkan dengan Bitcoin. Selain itu, mereka ingin menjauhkan koin ini dari reputasi negatif yang mengelilingi beberapa koin lainnya.
Dogecoin mengalami lonjakan popularitas yang luar biasa, dengan pertumbuhan lebih dari 5.000 persen di tahun 2021. Salah satu penyebabnya adalah tindakan CEO Tesla, Elon Musk, yang menyatakan di akun Twitter-nya (@elonmusk) bahwa Dogecoin adalah cryptocurrency yang paling disukainya.
Dogecoin telah menjadi salah satu altcoin dengan jumlah pengguna yang signifikan dan dapat diperdagangkan baik dengan mata uang fiat maupun cryptocurrency lainnya di berbagai bursa cryptocurrency dan platform investasi ritel terkemuka.
Bagaimana mekanisme kerja Dogecoin?
Dogecoin menerapkan mekanisme konsensus Proof of Work (PoW), yang serupa dengan sistem yang digunakan oleh Bitcoin.
Dalam model ini, para penambang menggunakan kekuatan komputasi untuk menyelesaikan masalah matematika sulit yang berfungsi untuk memverifikasi transaksi serta melindungi jaringan.
Berbeda dari Bitcoin yang mempunyai batas total koin, Dogecoin memiliki model pasokan inflasi, di mana koin baru selalu dihasilkan.
Pendekatan ini berkontribusi pada biaya transaksi yang rendah dan mendorong penggunaannya dalam transaksi kecil serta pemberian tips.
Proof of Work (PoW)
Sistem PoW pada Dogecoin dirancang untuk menjaga keamanan jaringan dengan mewajibkan para penambang menyelesaikan tantangan kriptografi.
Proses ini melibatkan persaingan dalam menambang blok baru, di mana penambang yang berhasil akan menerima DOGE yang baru.
Keamanan serta transaksi di jaringan sangat tergantung pada penambang yang memastikan transaksi dapat divalidasi dan dicatat di blockchain.
Komunitas Dogecoin
Komunitas Dogecoin terkenal aktif dalam inisiatif amal, seperti penggalangan dana untuk isu-isu sosial.
Di platform Reddit r/Doogecoin, mereka pernah mendonasikan sejumlah DOGE kepada para kreator konten untuk mendorong kreativitas mereka dalam berkarya.
Semangat peduli dari komunitas Dogecoin terus berlanjut. Pada tahun 2014, mereka berhasil menarik dana hingga 30 ribu dolar AS untuk mendukung sebuah tim olahraga asal Jamaika agar bisa berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin di Sochi.
Komunitas Dogecoin juga terus berupaya menggalang dana untuk tujuan sosial.
Mereka meluncurkan kampanye Doge4Water yang berhasil mengumpulkan 30 ribu dolar AS untuk membantu masyarakat Kenya menggali sumur saat negara tersebut mengalami kekeringan.
Selain itu, penggemar Dogecoin menjadi sponsor balapan NASCAR untuk pembalap Josh Wise, dengan total dana terkumpul mencapai 50 ribu dolar AS dalam bentuk DOGE.
Berkat dukungan komunitas Dogecoin, Wise menghias mobil balapnya dengan gambar anjing Shiba Inu yang menjadi simbol DOGE.
Benarkan Dogecoin akan Mengalami Bearish
Kekuatan tren menurun semakin terasa seiring dengan munculnya pola teknikal yang disebut death cross. Dalam dunia trading, pola ini sering kali dianggap sebagai tanda bahaya yang mengindikasikan kemungkinan penurunan lebih lanjut.
Selain faktor teknis, peristiwa yang melibatkan Elon Musk dan keterlibatannya dalam Department of Government Efficiency (DOGE) juga memberikan dampak signifikan terhadap nilai Dogecoin. Lantas, bagaimana analisa pergerakan harga Dogecoin?
Death Cross sebagai Penyebab Utama
Sumber dari Crypto News mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama yang membuat DOGE berpotensi mengalami penurunan lebih lanjut adalah terbentuknya pola death cross.
Pola ini terjadi ketika rata-rata pergerakan selama 50 hari melampaui rata-rata pergerakan 200 hari dari arah bawah, biasanya menunjukkan momentum bearish yang lebih tajam. Sejarah menunjukkan bahwa saat pola ini muncul dalam pasar cryptocurrency, harga aset seringkali mengalami penurunan drastis.
Sejak mencapai titik tertingginya pada bulan November lalu, DOGE telah merosot lebih dari 60%. Jika pola ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin DOGE akan terpuruk lebih jauh hingga mencapai level support berikutnya.
Selain faktor teknis, elemen luar juga memiliki peran dalam pergerakan harga. Salah satu hal yang tak bisa diabaikan adalah pengaruh Elon Musk dalam ekosistem Dogecoin.
Pengaruh Luar: Elon Musk dan Situasi Politik
Sejak awal kemunculannya, Elon Musk dikenal sebagai pendukung utama Dogecoin. Cuitan dan pernyataannya sering kali menyebabkan lonjakan harga DOGE dalam waktu singkat. Namun saat ini, Musk sedang menghadapi tantangan berat di ranah politik dan bisnis.
Menurut Business Insider, Musk saat ini memimpin Department of Government Efficiency (DOGE), sebuah program yang bertujuan untuk memangkas anggaran pemerintah federal sebesar $2 triliun. Menariknya, proyek ini telah memicu kontroversi, termasuk potensi tindakan hukum.
Beban yang ditanggung Musk dapat berimbas pada pasar Dogecoin. Jika keadaan ini meningkatkan ketidakpastian lebih lanjut, sentimen negatif terhadap DOGE kemungkinan akan meningkat.
Dampak untuk Trader
Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi harga DOGE saat ini, trader harus memahami dampaknya untuk mengambil langkah yang tepat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
Meningkatnya Tekanan Jual: Pola death cross sering kali menyebabkan aksi jual yang lebih hebat, yang dapat menekan harga lebih dalam lagi.
Sentimen Pasar yang Tidak Positif: Ketidakpastian seputar Elon Musk dan proyek DOGE menambah kekhawatiran di kalangan investor.
Volatilitas yang Tinggi: Trader perlu bersiap-siap menghadapi pergerakan harga yang ekstrim serta mempertimbangkan strategi manajemen risiko yang lebih ketat.
Pergerakan Harga Dogecoin
Dilansir dari Pintu Market, harga Dogecoin hari ini adalah Rp 2.709 dengan volume perdagangan mencapai US$1.452.860.864, yang menunjukkan penurunan sebesar -10,70% dibandingkan satu hari sebelumnya.
Sementara itu, untuk harga Dogecoin (DOGE) tertinggi sepanjang waktu tercatat mencapai US$0,7316. Artinya harga Doge hari ini 77,62% lebih rendah dibandingkan harga tertinggi sepanjang masa.
Sedangkan untuk harga terendah sepanjang masa Dogecoin tercatat US$0,0000869. Jika dibandingkan dengan harga saat ini maka 188.334,16% lebih tinggi dari harga terendahnya.
Kapitalisasi pasar Dogecoin (DOGE) saat ini mencapai US$24.315.904.357 dan berada di peringkat 9 di CoinGecko hari ini.
Kapitalisasi pasar dihitung dengan mengalikan harga token dengan jumlah token DOGE yang beredar, yakni 150 Miliar token yang tersedia untuk diperdagangkan saat ini.
Untuk Valuasi terdilusi penuh (FDV) untuk Dogecoin (DOGE) adalah US$24.316.241.865. Angka ini mencerminkan estimasi plafon pasar jika semua token ETH yang berjumlah 150 Miliar beredar secara penuh hari ini.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi.
Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
Editor : Anwar Bahar Basalamah