Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kejati Jawa Timur Kemas Rakerda dengan Mengenalkan Motif Batik Nusantara dan Lomba Modeling

Redaksi Radar Kediri • Rabu, 18 Desember 2024 | 22:01 WIB
MEMUKAU: Potret performance lomba modeling "Adhyaksa Berkain" oleh perwakilan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Jaksa Eka Putri Fadhila (kanan) dan pasangan model di acara Rakerda Kejati Jatim 2024, Sela
MEMUKAU: Potret performance lomba modeling "Adhyaksa Berkain" oleh perwakilan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Jaksa Eka Putri Fadhila (kanan) dan pasangan model di acara Rakerda Kejati Jatim 2024, Sela

KEDIRI, JP Radar Kediri – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2024, Selasa (17/12) kemarin. Kegiatan rakerda diikuti oleh seluruh Kejaksaan Negeri Kota/Kabupaten seluruh Jawa Timur.

Kabupaten Kediri ditunjuk menjadi tuan rumah pada Pakerda tahun ini. Berlangsung meriah di Convention Hall Simpang Lima Gumul.

Rakerda Kejati 2024 hadir dengan kemasan yang berbeda dan unik. Mengusung konsep acara “Adhyaksa Berkain”.

Kegiatan ini digelar sebagai wujud kepedulian Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam melestarikan budaya leluhur. Melalui pengenalan kain batik dan lomba modeling.

Uniknya, peserta lomba yang berlenggok di karpet catwalk adalah perwakilan kejaksaan di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Dari 38 Kantor Kejaksaan Negeri Kota/Kabupaten di Jawa Timur.

“Kegiatan ini kami gelar bersifat sustainable. Artinya ada keberlanjutan peran kejaksaan untuk ikut andil dalam melestarikan budaya nusantara,” ucap Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mia Amiati.

Acara ini menjadi wujud kepedulian Kejati Jatim yang tak hanya sebagai pelaksana penegakan hukum dan mentaati peraturan hukum yang berlaku.

Tetapi juga harus ikut berperan penting dalam nguri-uri budaya nusantara.

Salah satunya dengan mengenalkan batik di lingkungan kejaksaan di seluruh Provinsi Jawa Timur.

“Seluruh kejaksaan telah mempersiapkan lomba dengan baik dan matang, sampai para juri sulit menentukan siapa yang terbaik,” jelasnya.

Acara Adhyaksa Berkain dibuka dengan menampilkan kelompok kesenian karawitan Sekar Laras dari Kejaksaan Tinggi Madiun.

Mereka membawakan langgam jawa dengan iringan musik yang dibawakan dan diisi langsung oleh pegawai di lingkungan Kejari Madiun.

Acara berikutnya yang tak kalah menarik adalah kegiatan tutorial memakai sarung batik yang benar. Acara ini sangat antusias diikuti oleh seluruh Kajari dan para staf.

Mereka bersama-sama mempraktikan pemakaian sarung batik di atas panggung yang dipandu langsung oleh para juri dari desainer ternama.

Sebelum acara tutorial pemakaian sarung batik serentak, para jaksa mendapat pengenalan ragam jenis dan motif batik yang ada di Kota/Kabupaten di Jawa Timur.

Acara inti dari kegiatan ini adalah lomba kostum dan peragaan model batik. Seluruh kejaksaan kota/kabupaten di Jawa Timur mendelegasikan perwakilannya untuk berlomba memeragakan pakaian batik di wilayahnya masing-masing.

Mereka mendelegasikan pasangan model pria dan wanita yang mengenakan pakaian dan aksesoris menarik layaknya model profesional.

“Mereka menyiapkan dengan maksimal dan saya tidak menyangka kalau para peserta sangat seantusias ini,” ujar Kajati.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kejati jawa timur #Rakerda #lomba modeling #batik nusantara #jawa pos