KEDIRI, JP Radar Kediri – Masih rendahnya kemampuan numerasi siswa, terutama bagi pelajar tunarungu mendapat perhatian khusus tim pengabdian masyarakat (PKM) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri. Dari kondisi ini, sebuah terobosan luar biasa tercipta. Tim yang terdiri dari Dr. Ika Santia, M.Pd., Dr. Aprilia Dwi Handayani, M.Si., dan Siti Rochana, M.Pd., berhasil menyusun alat bantu berupa kamus Bahasa Isyarat Matematika (BIMA).
Ide ini berawal dari hasil uji lapangan yang bertempat di SLB Negeri Kandat, Kabupaten Kediri. Dari data yang dihimpun, Kepala SLBN Kandat Antri Marini, S.Pd mencatat, 77,8% siswa kelas 6 SD-LB belum menguasai operasi hitung bilangan bulat. Kemudian 85,7% siswa SMP-LB belum dapat melakukan perkalian bilangan bulat. Data tersebut dikuatkan dengan keterangan salah satu guru Dra. Nur Fadhila yang merasa belum mendapat pelatihan khusus tentang pengembangan media pembelajaran untuk menyelesaikan masalah numerasi siswa tunarungu, Selasa (3/10) lalu.
Ketua Tim PKM Kamus BIMA Dr. Ika Santia, M.Pd. menjelaskan, hadirnya program bertujuan meningkatkan keterampilan guru SLB Negeri Kandat dalam mengembangkan media pembelajaran numerasi untuk siswa tunarungu. Implementasi program menghasilkan produk pembelajaran berbasisi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) atau kerangka kerja yang menggabungkan teknologi, kemampuan mengajar guru, dan pengetahuan untuk siswa tunarungu. “Implementasi kamus BIMA dilakukan dengan uji coba terbatas di kelas tunarungu SLB Negeri Kandat,” ucapnya.
Dengan adanya kegiatan PKM ini diharapkan dapat membantu siswa tunarungu. Terkhusus dalam memahami penggunaan simbol-simbol matematika untuk memecahkan masalah di sekitar mereka. Sehingga siswa dapat secara efektif meningkatkan kemampuan numerasi melalui pola ajar yang baru dan menarik.
Kegiatan ini didanai oleh Hibah DRTPM Kemendikbudristik Dikti Tahun 2023. Rangkaian kegiatan diawali sosialisasi program pada 22 Juni 2023. Kemudian berlanjut workshop pertama yang berfokus pada pembuatan video pembelajaran numerasi dengan SIBI pada 3 Juli 2023. Workshop kedua dan ketiga berlangsung pada 23-24 Agustus 2023. Membahas pembuatan sistem kamus BIMA. Program berakhir dengan kegiatan Focus Group Discussion pada 3 Oktober 2023. Berfokus pada finalisasi Kamus BIMA.
Editor : Anwar Bahar Basalamah