Kabupaten Nganjuk memiliki banyak potensi wisata, terutama di daerah pegunungan. Bagi pembaca yang menyukai tempat wisata bertemakan alam, kalian bisa datang ke wisata Watu Lawang. Lokasinya di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan.
Wisata Watu Lawang Nganjuk merupakan destinasi yang baru dibuka untuk umum pada 2017. Dari tengah kota, jaraknya sekitar 30 kilometer. Dengan kendaraan roda dua memerlukan waktu sekitar 49 menit, namun jika menggunakan roda empat memakan waktu setidaknya 52 menit
"Dari tempat parkir, untuk menuju titik lokasi Watu Lawang naik tangga sekitar 300 meter," jelas Suherman, 50, salah satu petugas penjaga parkir. Namun jangan khawatir, untuk melewati jalan tanjakan itu medannya cukup mudah.
Karena jalan 300 meter ini sudah berupa tangga yang mudah dilewati pengunjung. Bagian kanan dan kirinya terdapat pagar pengamanan. Namun pengunjung harus tetap berhati-hati.
Agar tidak bosan dengan jalanan yang menanjak. Di beberapa sudut tikungan tangga disana terdapat beberapa spot tempat foto, dan tempat duduk untuk beristirahat.
Selama perjalanan pengunjung akan ditemani suasana yang alami. Pepohonan tumbuh dengan lebat. "Itu spot yang paling banyak dibuat foto saat sampai," ujar Suherman sambil menunjuk tulisan Watu Lawang.
Seperti namanya, di dekat tulisan tersebut terdapat banyak sekali tersebar bebatuan dengan ukuran bervariasi. Batu batuan itu membentuk seperti tangga. Untuk berfoto, pengunjung ada yang berdiri di atasnya atau duduk di batu tersebut.
Setelah melewati tulisan, barulah sampai berada di titik wisata Watu Lawang. Dari atas pengunjung akan mendapatkan pemandangan sekitarnya dengan jelas. Tidak hanya suara angin, sayup-sayup juga terdengar suara air terjun. "Di bawah sana ada air terjun, tapi kalau mau kesana dari sini perlu lewat hutan," imbuhnya.
Jika cuaca sedang cerah, penampakan air terjun terlihat. Meski terlihat hanya siluetnya. Di atas sana juga terdapat berbagai spot foto dengan background pemandangan alam.
Jika sedang berkunjung di sana, jangan khawatir mencari tempat makan. Karena di atas juga terdapat warung yang menyediakan makanan dan minuman.
"Udara di sini menyejukkan, pemandangannya juga bagus," ujar Selo Prasetya, salah satu pengunjung wisata. Pelancong asal Kabupaten Ngawi ini mengaku, baru kali pertama berkunjung, bahkan baru mengetahui saat akan mengunjungi air terjun Sedudo.
Karena baru pertama, laki-laki berusia 30 tahun ini tidak menyangka tanjakannya setinggi itu. Bahkan saat di tengah perjalanan ia hendak menyerah. "Tadi waktu berpapasan sama pengunjung yang turun disemangati katanya tidak jauh lagi," ujar Selo.
Namun keputusannya untuk melanjutkan naik tidak mengecewakannya. Karena rasa capeknya terbayar dengan pemandangan yang indah tersebut. Editor : Anwar Bahar Basalamah