Pada kesempatan tersebut, Isom mengunjungi empat madrasah berprestasi di Kota Kediri. Yakni MAN 1, MAN 2, MTsN 2 dan MIN 2. Kunjungan pertama di MAN 2 Kota Kediri. Pada kesempatan itu Isom mengajak seluruh civitas akademika madrasah terus menunjukkan keunggulannya. Keunggulan itu tercermin ketika lembaga pendidikan memiliki pembeda atau distingsi antar lembagai pendidikan lain. “Keunggulan mulai dari akademik, akhlak dan riset. Terlebih pada bidang sains, teknologi dan informasi,” jelas Isom kepada guru MAN 2 Kota Kediri.
Peranan sosok pemimpin, yakni kepala madrasah (kamad) merupakan hal penting. Menurut Isom, dibutuhkan sosok kepala madrasah yang memiliki karakter gel leadership. Yaitu pemimpin yang berkarakter lentur, adaptif, selalu kreatif, berintegritas baik dan kaya ide. “Bahkan pemimpin harus setengah gila. Artinya, sang kepala itu all outdan totalitas memajukan madrasah,” jelasnya.
Totalitas pemimpin harus selalu memperoleh support penuh dari guru-guru. Sebagai pendidik, guru dituntut memiliki daya juang tinggi (Ruhul Jihad) dan jiwa mendidik (Ruhul Tarbiyah). Artinya, guru harus selalu memberi contoh keteladanan akhlaqul karimah kepada peserta didik. Di sana, Isom juga berkesempatan menjadi narasumber podcast. Dia juga mengapresiasi capaian mentereng MAN 2 Kota Kediri. Yakni meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional, Kompetisi Sains Madrasah bidang Biologi dan yang terbaru adalah juara 1 Madrasah Young Researchers. “Selain memberi support, beliau berpesan agar kami tidak cepat puas dengan capaian dan terus kembangan seluruh potensi yang ada,” ucap Kepala MAN 2 Kota Kediri Nursalim.
Kemudian, saat singgah ke MAN 1 Kota Kediri, rombongan mengunjungi beberapa ruangan laboratorium madrasah. Seperti laboratorium tata boga, tata rias, tata busana. Kemudian, lab teknik kendaraan ringan otomotif, teknik bisnis dan sepeda motor. Juga lab kria tekstile, lab teknik instalasi tenaga listrik dan multimedia. “Sebagai madrasah plus keterampilan, beliau berharap, MAN 1 terus mengembangkan iklim keterampilan siswa sesuai zaman, seperti menciptakan produk mobil listrik hingga melahirkan pakar robotik,” terang Hary Wiyanto, Kepala MAN 1 Kota Kediri.
Kepala MTsN 2 Kota Kediri Hadi Suseno menyampaikan bahwa pihaknya menyambut hangat kunjungan rombongan. Isom berpesan agar MTsN 2 Kota terus mencetak siswa yang kreatif, inovatif dan berprestasi. “Beliau mengapresiasi siswa kami yang menjuarai lomba karya ilmiah di SMA Taruna Negara Magelang kemarin. Ia berpesan, siswa MTs harus berakhlak dan bernalar kritis dalam segala hal,” ucapnya.
Di MIN 2 Kota Kediri Direktur KSKK bersama rombongan mendapat sambutan meriah oleh siswa. Mereka mengalungkan slayer tenun ikat sebagai simbol madrasah centra tenun ikat Bandarkidul. Siswa-siswa juga menapilkan pertunjukan banjari, tari daerah, pencak silat, karate, drum band hingga mengajak tepuk ramah anak (TRA). “Beliau sangat terhibur. Direktur juga mengapresiasi siswa berprestasi pencak silat dan mengajak sambung ayat kepada siswa Tahfiz Al Quran kami,” ungkap Kepala MIN 2 Kota Kediri Yuniati Rahayu Choiriyah.
Safari kunjungan Direktur KSKK turut didampingi Kasubdit KSKK Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Kemenag RI Suwardi, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag Jatim A. Sugio, dan Kepala Kankemenag Kota Kediri Ahmad Zuhri. (ery) Editor : Anwar Bahar Basalamah