JP Radar Kediri – Kepergian Luka Modric dari Real Madrid bukan hanya meninggalkan ruang kosong di lini tengah. Lebih dari itu, absennya sang maestro juga menyisakan kekosongan simbolis nomor punggung 10, yang selama bertahun-tahun menjadi identitas sang gelandang asal Kroasia.
Nomor punggung 10 di Real Madrid bukan hanya soal angka, tapi telah melambangkan arah permainan, kecerdasan strategi, dan karakter pemimpin di lapangan.
Maka tak heran, ketika Modric tak lagi memakainya, publik langsung dibuat penasaran mengenai siapa yang layak melanjutkan warisan besar itu?
Baca Juga: Lamine Yamal Pakai Nomor Keramat! Barcelona Temukan Messi Baru?
Sejumlah laporan mulai menyoroti dua nama yang digadang-gadang jadi kandidat utama pewaris nomor keramat tersebut. Mereka adalah Kylian Mbappe dan Arda Guler. Mbappe dan Arda adalah dua pemain dengan karakter permainan berbeda, namun dinilai sama-sama layak meneruskan estafet nomor 10 di tubuh El Real.
Mbappe dikenal sebagai superstar global. Bersama Timnas Prancis, ia identik dengan nomor 10 yang menandakan peran vitalnya di lapangan. Namun, menariknya, saat resmi menjadi bagian dari skuad Los Blancos, Mbappe justru memilih mengenakan nomor 9.
Tindakan itu dipandang sebagai wujud penghormatan terhadap struktur dan tradisi yang dijunjung tinggi klub. Mbappe disebut memilih untuk lebih dulu beradaptasi dengan atmosfer baru, sebelum mengambil peran menonjol baik di ruang ganti maupun diatas lapangan.
Baca Juga: Gagal di Piala Dunia Antarklub, Madrid Siapkan Kudeta Konate dari Anfield!
Di sisi lain, nama Arda Guler tak kalah mencuri perhatian. Pemain muda berkebangsaan Turki itu digadang-gadang sebagai proyek jangka panjang Los Blancos.
Arda Guler dianggap memiliki ikatan emosional yang kuat dengan nomor punggung 10. Momen bersejarah pun tercipta ketika Modric secara simbolis menyerahkan jersey nomor 10 kepada Guler.
Sebuah gestur yang dianggap sebagai bentuk restu dan harapan regenerasi dari legenda ke penerusnya.
Meski usianya masih belia, Guler dinilai sudah menunjukkan kedewasaan dalam bermain. Kematangan visi, kontrol bola, hingga etos kerja membuat manajemen klub mempertimbangkannya sebagai pewaris alami nomor 10.
Ia disebut-sebut sebagai representasi dari semangat baru Real Madrid yang tengah meremajakan skuad.
Meski begitu, keputusan final tetap berada di tangan tim pelatih serta manajemen klub. Penentuan siapa yang akan mengenakan nomor 10 bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal filosofi klub dan pesan yang ingin disampaikan kepada publik.
Baca Juga: Baru Mulai, Xabi Alonso Sudah Bentrok dengan Direksi Madrid soal Transfer!
Kini, publik hanya bisa menunggu. Siapa pun yang terpilih, beban nomor 10 tak ringan. Karena lebih dari sekadar angka di punggung, nomor tersebut adalah simbol tanggung jawab besar, warisan dari para legenda, dan identitas permainan Real Madrid yang penuh prestise.
Author : Muhammad Rizky (Politeknik Negeri Malang)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira