JP Radar Kediri – Kekalahan Argentina 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 tak lepas dari kartu merah yang diterima gelandang andalan mereka, Enzo Fernandez, menjelang berakhirnya waktu normal. Insiden ini menjadi salah satu titik balik paling menentukan dalam laga puncak yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Baca Juga: Bansos PKH-BPNT Triwulan III Cair Mulai Hari Ini, Segera Cek Status Penerima Disini!
Gol semata wayang kemenangan Spanyol baru tercipta di babak tambahan lewat pemain pengganti Ferran Torres pada menit ke-106, memanfaatkan assist Nico Williams. Namun jauh sebelum gol itu lahir, Argentina sudah lebih dulu kehilangan salah satu pemain paling berpengaruh di lini tengahnya.
Berawal dari Kartu Kuning Sarkastis di Menit 82
Petaka bagi Enzo dimulai pada menit ke-82. Ia mendapat kartu kuning pertama setelah bereaksi keras terhadap keputusan wasit yang tidak memberikan pelanggaran atas sebuah sentuhan ringan dari gelandang Spanyol, Rodri. Enzo melambaikan tangan dengan marah ke arah wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, yang kemudian menghentikan permainan dan mengganjarnya kartu kuning atas sikap tidak sportif tersebut. Situasi makin memanas ketika Enzo membalasnya dengan bertepuk tangan secara sarkastis ke arah sang pengadil lapangan.
Tekel Keras ke Cubarsi di Injury Time
Petaka kedua datang pada masa tambahan waktu babak kedua, tepatnya menit 90+3. Dalam sebuah perebutan bola liar di lini tengah, bek muda Spanyol Pau Cubarsi berhasil menjangkau bola lebih dulu dan langsung menyapunya. Namun Enzo yang datang terlambat sepersekian detik tetap melanjutkan tekelnya, menjelang Cubarsi hingga terpelanting di udara.
Tanpa banyak pertimbangan, wasit Vincic langsung mencabut kartu kuning kedua yang otomatis berarti kartu merah bagi Enzo. Pengusiran ini membuatnya menjadi pemain keenam dalam sejarah final Piala Dunia yang menerima kartu merah, sekaligus pemain Argentina ketiga setelah era Pedro Monzon dan Gustavo Dezotti pada 1990.
Argentina Kehilangan Poros Serangan-Pertahanan
Sebelum diusir keluar lapangan, Enzo Fernandez sejatinya menjalankan peran krusial sebagai penghubung antara lini pertahanan dan lini serang Argentina. Gelandang Chelsea itu berulang kali membantu timnya keluar dari tekanan sekaligus menjadi penyeimbang permainan di tengah dominasi penguasaan bola Spanyol sepanjang laga.
Kehilangan Enzo membuat Argentina harus menuntaskan sisa waktu normal sekaligus seluruh babak tambahan dengan 10 pemain. Kekurangan satu orang tersebut membuat lini tengah Argentina melemah, dan situasi ini terbukti fatal ketika Spanyol akhirnya berhasil memecah kebuntuan lewat gol Ferran Torres tak lama usai babak tambahan kedua dimulai.
Baca Juga: Fidelity Beri Sinyal, Harga Emas Berpotensi Kembali Bullish pada 2027
Menariknya, situs pemantau keputusan wasit "Archivo Var" mengungkap bahwa Enzo sebenarnya sudah berisiko besar diusir sejak kartu kuning pertamanya di menit 82. Menurut catatan mereka, aksi bertepuk tangan sarkastis Enzo ke arah wasit nyaris saja langsung diganjar kartu kedua saat itu juga, meski akhirnya wasit baru benar-benar mengeluarkannya delapan menit kemudian akibat pelanggaran terhadap Cubarsi.
VAR Sempat Tinjau Insiden Messi vs Cucurella
Di tengah drama tersebut, VAR sempat menghentikan permainan sejenak untuk meninjau potensi pelanggaran terkait "Vinicius Law" aturan yang menghukum pemain yang menutup mulut saat bertukar kata dengan lawan antara bek Spanyol Marc Cucurella dan Lionel Messi. Setelah peninjauan, wasit memutuskan tidak ada tindakan lebih lanjut, dan laga pun berlanjut ke babak tambahan waktu untuk menentukan juara dunia.
Dengan hasil ini, Lionel Messi dan rekan-rekannya harus rela melihat trofi Piala Dunia 2026 jatuh ke tangan Spanyol, sementara ambisi mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih di Qatar 2022 pun kandas.
Baca Juga: Leandro Paredes Dikartu Merah Usai Final Piala Dunia 2026
Oleh: Zebita Rizqi Priyangga
Univ: Universitas Negeri Yogyakarta
Editor : Shinta Nurma Ababil