JP Radar Kediri – Persedikab Kediri U17 mendapati tantangan besar dalam persiapan menghadapi Piala Soeratin. Beberapa waktu lalu, sebagian pemain memilih berpaling untuk membela tim lain. Praktis, situasi ini membuat pelatih harus meramu ulang skuad muda Bledug Kelud-julukan Persedikab Kediri.
“Saat ini kami masih seleksi berjalan, kemarin ada 28 pemain. Tetapi rencananya yang akan didaftarkan manajemen sebanyak 25 anak plus lima yang magang,” terang Pelatih Kepala Persedikab Kediri U17 Sodikin.
Dia mengatakan, pendaftaran tim memang telah ditutup pada awal Juli lalu. Hanya saja, itu pendaftaran tim, bukan pemain. Dia menuturkan, pendaftaran pemain saat ini masih belum dibuka. Karena itulah seleksi masih terus berjalan untuk mencari pemain terbaik.
“Kami masih menunggu informasi lagi terkait pendaftaran pemain,” jelasnya.
Berbicara mengenai skuad, Sodik-sapaan akrabnya, mengakui bahwa masih ada banyak tantangan yang dihadapi Persedikab Kediri U17. Salah satunya karena harus menyusun ulang skuad. Sehingga, semua harus dimulai dari awal. Namun, Sodik menyebut tak ingin terlalu banyak mengeluh atas situasi yang terjadi. Dia mengatakan bahwa pihaknya terus berjalan mencari pemain. Baik dari luar atau pemain lokal dari SSB.
“Ibaratnya pemain setengah matang kami poles siapa tahu kalau sudah main sudah bagus. Ini memang tantangan buat saya,” tuturnya.
Sementara ini, latihan Persedikab Kediri U17 masih tetap sama. Yaitu sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Lebih tepatnya di hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Intensitas latihan itu akan ditambah menjadi enam kali dalam seminggu apabila jadwal Piala Soeratin U17 telah dirilis.
“Informasinya Piala Soeratin digulir pertengahan Agustus nanti,” tandasnya.
Seperti diberitakan, Persedikab Kediri U17 telah berburu pemain sejak Februari lalu. Seleksi itu dilakukan dalam rupa permainan atau juga turnamen mini. Dari ratusan anak yang mengikuti seleksi, pelatih mengamankan puluhan nama pemain. Sayangnya, proses pembentukan skuad mendapatkan tantangan di lapangan. Sebab, beberapa pemain akhirnya memilih untuk meninggalkan tim. (em/tar)
Editor : Mahfud