Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Sosok Ketua Pasjar Hadi Pratondo

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 17 April 2023 | 19:33 WIB
Photo
Photo
Kecintaan Hadi Pratondo pada seni jaranan tak diragukan lagi. Pria ini telah empat periode menjadi ketua Paguyuban Seni Jaranan dan Reog (Pasjar). Terbaru, dia terpilih lagi memimpin organisasi ini untuk periode 2023-2027.

Pria bertubuh tinggi besar ini mengaku menyukai jaranan bermula dari rasa penasaran. Sebab, lingkungan rumahnya banyak penggemar jaranan. Setelah itu, rasa suka itu tumbuh dengan aktif ikut tampil.

“Awalnya hanya menonton.  Lama-kelamaan jadi penasaran dan suka,” tutur pensiunan marinir ini.

Sampai akhirnya dia berhasil membentuk Paguyuban Jaranan Mega Budoyo. Langsung menggebrak dengan mengukir banyak prestasi. Bahkan, sampai saat ini, Hari tetap bisa tampil dengan membawa kepala reog yang memiliki berat 74 kilogram.

Diakui Hari, jaranan memang menjadi kesenian yang paling banyak peminatnya di Kediri. Karena itulah dia yakin kesenian jaranan akan terus eksis. “Insya Allah selama kita mau, pasti bisa (melestarikan),” tandas Hari.

Apalagi melihat perkembangan saat ini. Jaranan telah memiliki peminat dari banyak kalangan dan latar belakang. Ini tak lepas dari berubahnya stigma negatif yang biasa melekat di jaranan. Jika sebelumnya selalu identik dengan kerusuhan, dengan pembinaan, jaranan bisa menjadi kesenian yang memberi pengaruh positif.

“Sekarang bisa dicek, tarian di jaranan terus berkembang dan bagus-bagus,” ucapnya.

Hari berharap, dengan terus berkembangnya seni jaranan akan semakin menambah penggemar. Dan, seni jaranan bisa bertahan.

Saat ini, Pasjar mendukung penuh adanya pelestarian seni jaranan. Salah satunya dengan ikut mengajukan Jaranan Jawa ke Kementerian Hukum dan HAM RI. Usaha yang diusung bersama dengan Dewan Kesenian Kabupaten Kediri, budayawan, dan seniman lainnya ini akhirnya mendapat pengakuan dari Kementerian Hukum dan HAM RI tentang kekayaan komunal ekspresi budaya tradisional.

“Semua kesenian jaranan yang ada sekarang ini berawal dari jaranan Jawa. Karena itu kami juga ikut mengajukan Jaranan Jawa menjadi milik Kabupaten Kediri,” terang Hari.

Untuk itu, Hari memberikan dukungan keberadaan Gelar Seni dan Festival Jaranan Jawa yang akan digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Kediri. “Ini juga jadi salah satu bentuk pelestarian,” pungkasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #berita viral #berita terbaru #berita ahri ini