Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jaranan Pegon Kediri Meriahkan Gerebek Sura di Kawasan Goa Selomangleng

Himalaya Azzahra • Senin, 29 Juni 2026 | 06:15 WIB
Salah satu pemain jaranan yang sedang kerasukan
Salah satu pemain jaranan yang sedang kerasukan

KEDIRI, JP Radar Kediri – Pertunjukan jaranan dalam rangka Grebeg Suro di kawasan Goa Selomangleng, minggu sore (28/6), berlangsung meriah dan menyedot antusiasme masyarakat. Ribuan penonton memadati area pertunjukan untuk menyaksikan atraksi seni tradisional khas Kediri yang sarat nilai budaya dan spiritual.

Dalam kegiatan tersebut, kelompok Jaranan Djoko Tole menampilkan kesenian jaranan pegon asli Kediri. Penampilan para penari dan pemain jaranan berhasil menghibur penonton, terutama saat memasuki adegan trance atau kesurupan yang menjadi salah satu daya tarik utama pertunjukan.

Baca Juga: Mengeksplorasi Jaranan (Khas) Kediri

Salah seorang penonton, Putra (23) warga Sukorame, mengaku antusias menyaksikan jalannya pertunjukan. Menurutnya, momen ketika para pemain mengalami kesurupan menjadi bagian yang paling menarik perhatian masyarakat yang hadir. Terlihat beberapa pemain yang kerasukan juga memakan singkong mentah, dan mendekati kemenyan.

"Saya paling tertarik saat para pemain mengalami kesurupan. Suasananya ramai dan terasa sakral. Acara seperti ini sangat menarik untuk ditonton karena merupakan budaya asli Kediri,” kata Putra.

Pimpinan Jaranan Djoko Tole, Agus Sampuko, atau yang sering di sapa bopo Agus, mengatakan penampilan tersebut digelar sebagai bagian dari peringatan Grebeg Suro sekaligus menjadi wadah bagi paguyuban jaranan di Kediri untuk menampilkan dan melestarikan kesenian tradisional daerah.

“Dalam rangka Grebeg Suro ini kami menampilkan Jaranan Djoko Tole yang merupakan jaranan pegon asli Kediri. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi paguyuban jaranan di Kediri untuk terus berkarya dan melestarikan budaya daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Lestarikan Tradisi dan Budaya, Pemdes Janti Kediri Rangkul Generasi Muda melalui Jaranan Turonggo Seto
Agus menjelaskan, Goa Selomangleng dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat. Selain dikenal sebagai tempat pertapaan Dewi Kilisuci, kawasan tersebut juga merupakan salah satu situs budaya tertua di Kediri yang selama ini menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan kebudayaan.

“Goa Selomangleng merupakan mandala budaya yang sangat penting bagi Kediri. Selain menjadi tempat pertapaan Dewi Kilisuci, lokasi ini juga menjadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan dan mengembangkan budaya lokal kepada masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan Grebeg Suro tersebut berlangsung dengan suasana yang sakral dan tertib. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan Kota Kediri sebagai upaya pelestarian seni budaya tradisional agar tetap dikenal oleh generasi muda.c1

Editor : Andhika Attar Anindita
#budaya kediri #2026 #grebeg suro #SELOMANGLENG #jaranan kediri