Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengeksplorasi Jaranan (Khas) Kediri

K
Penulis: Kurniawan Muhammad❯

 


Advertisement

Catatan Awal Pekan
Catatan Awal Pekan
Pada acara bertajuk “Reksa Budaya Panji” yang dilaksanakan Rabu pekan lalu (26/11/25) di situs Cagar Budaya Tothok Kerot, ditampilkan empat jenis kesenian jaranan khas Kabupaten Kediri. Yaitu: Jaranan Jowo, Jaranan Senterewe, Jaranan Pegon, dan Jaranan Dor. Jujur, saya baru tahu, kalau Kabupaten Kediri punya empat jenis kesenian jaranan yang khas. Bagaimana dengan Anda Warga Kediri?

Setahu saya, kesenian jaranan yang diklaim milik Kabupaten Kediri adalah Jaranan Jowo. Itu pun setelah Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mematenkan HAKI Jaranan Jowo sebagai kesenian milik Kabupaten Kediri pada 2023.

Ternyata, upaya mematenkan Jaranan Kediri pernah dilakukan pada 2009. Tetapi saat itu ditolak pada 2010, karena adanya variasi gerakan di daerah lain seperti Nganjuk, Blitar, Ponorogo, dan Tulungagung.

Advertisement

Memang, jika kita bicara tentang kesenian jaranan, tak hanya Kabupaten Kediri saja yang punya kesenian itu. Daerah-daerah lain juga punya kesenian jaranan. Sebagai orang awam, kita melihat kesenian jaranan itu nyaris tak bisa dibedakan antara kesenian jaranan dari daerah satu dengan lainnya. Kesenian jaranan ya seperti itu.

Bahwa Kabupaten Kediri ternyata punya empat jenis kesenian jaranan khas, ini yang menurut saya harus digali dan dieksplorasi lebih lanjut. Harus dibuat sebuah rumusan, apa yang membedakan antara kesenian Jaranan Jowo, Jaranan Senterewe, Jaranan Pegon, dan Jaranan Dor.

Saya mencoba searching tentang perbedaan keempat jenis jaranan tersebut. Misalnya dari sisi gerakan tariannya: Jaranan Jowo lebih lembut, halus dan penuh filosofi. Adegan trance (mirip kesurupan) juga ada, tetapi lebih terkontrol dan tidak terlalu keras. Jaranan Senterewe, gerakan tariannya lebih dinamis dan energik, dengan irama musik lebih cepat. Biasanya menampilkan adegan-adegan dramatik (macan, barong, dan buto). Adegan trance lebih sering muncul dan sifatnya lebih ekspresif.

Advertisement

Jaranan Pegon, gerakan tariannya merupakan perpaduan antara gaya tradisional Jawa dan gaya khas komunitas pesisir atau pendatang (unsur Islam dan Arab). Pada jenis jaranan ini, musik dan gerakannya lebih berirama ritmis dengan kombinasi nuansa Jawa dan Timur Tengah. Sedangkan Jaranan Dor, gerakan tariannya lebih bebas dan atraktif. Disebut Dor karena penggunaan mercon kecil atau efek suara ledakan dalam pertunjukannya. Musiknya cenderung kontemporer, kadang bercampur dengan sound system modern. Jenis jaranan ini lebih bersifat hiburan rakyat ketimbang ritual sakral.

Apakah versi ini betul tentang perbedaan keempat jenis jaranan yang diklaim khas-nya Kabupaten Kediri? Jika dianggap salah, maka harus dirumuskan versi yang betul. Kalau perlu melibatkan para ahli sejarah atau ahli budaya atau tokoh-tokoh masyarakart yang dianggap tahu tentang seluk-beluk kesenian jaranan, untuk merumuskan hal itu. Jika sudah dibuat rumusan yang jelas tentang ciri dan pakem masing-masing kesenian jaranan itu, maka selanjutnya harus dilakukan upaya sosialisasi dan eksplorasi.

Upaya sosialisasi terutama harus ditujukan kepada sanggar-sanggar kesenian jaranan atau kelompok-kelompok kesenian jaranan yang keberadaannya cukup banyak di Kabupaten Kediri, yang tersebar mulai dari desa-desa hingga kecamatan-kecamatan. Akan lebih baik, selain dilakukan sosialisasi, juga dipetakan, mana daerah yang kesenian jaranannya cenderung jenis Jaranan Jowo, Jaranan Senterewe, Jaranan Pegon atau Jaranan Dor.

Selanjutnya adalah upaya eksplorasi. Ini merupakan tahapan “Show-Up” alias membuat event pertunjukan yang mengeksplorasi kesenian jaranan khas Kabupaten Kediri. Misalnya bikin Festival Kolosal Jaranan Khas Kabupaten Kediri. Konsepnya adalah menggabungkan empat jenis jaranan khas Kabupaten Kediri dalam satu panggung megah dengan melibatkan sedikitnya 1.000 penari jaranan. Dalam event itu digabungkan musik tradisional, sinematika panggung, tata cahaya, unsur multimedia, dan teatrikal modern, tanpa menghilangkan nilai sakral-nya. Ini akan menjadikan event tersebut punya keunikan tersendiri.

Seribu penari jaranan tersebut, dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing 250 penari. Setiap kelompok menampilkan empat jenis jaranan khas Kabupaten Kediri: Jaranan Jowo, Jaranan Senterewe, Jaranan Pegon, dan Jaranan Dor. Untuk kostum dibikin berbeda, dengan warna-warna mencolok tapi tetap elegan dan penuh filosofi dan makna.

Untuk penampilan penari jaranan itu bisa dibagi menjadi lima segmen. Segmen pertama hingga ke empat adalah penampilan satu per satu Jaranan Jowo, Jaranan Senterewe, Jaranan Pegon dan Jaranan Dor. Dan jangan lupa, pada setiap penampilan jaranan itu harus disertai dengan narasi yang kuat, agar masyarakat tahu, mengerti dan memahami masing-masing jenis jaranan tersebut. Segmen kelima, seribu penari itu tampil bareng.

Untuk lokasi kegiatan, bisa dilaksanakan di areal Monumen Simpang Lima Gumul, atau di Stadion yang baru dibangun milik Kabupaten Kediri: Stadion Gelora Daha Jayati.

 

Saya membayangkan, jika event tersebut benar-benar digelar, maka ini akan menjadi satu-satunya festival jaranan di Indonesia yang menggabungkan empat aliran khas Kabupaten Kediri dalam satu narasi besar. Selain itu, juga mempromosikan jaranan bukan hanya sebagai hiburan, tetapi merupakan identitas budaya Kabupaten Kediri. Even ini juga mengkolaborasikan antara tradisi dan teknologi modern (melalui drone show, LED, orkestrasi hibrida). Dan event ini sangat potensial untuk dijadikan event unggulan tahunan Kabupaten Kediri. Untuk nama evennya, silakan bikin nama yang sebaik-baiknya. Kalau boleh usul, nama event itu: “Kediri Jaranan World Festival”. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Advertisement

Artikel Terkait

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Sinergi yang dibangun dengan Jawa Pos Radar Kediri diharapkan bisa membuka jalan organisasi pengusaha muda ini untuk mengabdikan diri bagi masyarakat Kediri.

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Antusiasme menyambut School Contest XVIII – GENZVERSE Digital Roots Local Soul semakin terasa. Kemarin (21/10), peserta dari empat kategori lomba bersemangat

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Atmosfer persaingan di antara para peserta School Contest  2026 mulai terasa. Setidaknya terlihat dalam technical meeting (TM) hari pertama-dari rencana tiga hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer