Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Desa Kedungmalang Papar Kediri Konsisten Rawat Kearifan Lokal Desa di Kolam Kedung Amerta

Diana Yunita Sari • Selasa, 16 Desember 2025 | 05:38 WIB
Kearifan lokal Desa Kedungmalang (Istimewa)
Kearifan lokal Desa Kedungmalang (Istimewa)

JP Radar Kediri - Desa Kedungmalang memiliki warisan sejarah yang masih dilestarikan hingga saat ini. Yaitu keberadaan kolam yang terletak di depan kantor desa. Kolam tersebut memiliki kaitan yang erat dengan jati diri desa. Sehingga pemdes melakukan pembangunan agar sumber air tidak hilang. 

Dalam sejarahnya, wilayah Desa Kedungmalang di bagian selatan jalan raya sebelumnya adalah rawa. Hal tersebut ditandai dengan letak wilayah yang jauh lebih rendah dibandingkan jalan. Kolam tersebut dulu rawa-rawa semua. Kemudian diurug dan menyisakan sumber utama.

“Lalu warga dan sesepuh desa meminta agar sumber itu dikelola sehingga tidak kering dan hilang,” ucap Sekretaris Desa Kedungmalang Heru Aji Saputro.

Baca Juga: Pemdes Pesing Purwoasri Kediri Gandeng Ibu-Ibu Berikan Pelatihan Memasak dan Pemasaran

Heru menyebut nama desa juga berkaitan erat dengan kolam tersebut. Kata kedung berarti menampung. Sedangkan malang Merujuk pada pohon-pohon yang melintang di kolam. Hingga kemudian desa tersebut dikenal dengan nama Kedungmalang.

Pembangunan kolam yang dilakukan pada tahun 2022 dinamakan Kedung Amerta. Heru menyebut saat ini belum ada rencana lebih lanjut untuk mengelolanya menjadi objek wisata. Saat ini, kolam itu banyak dimanfaatkan warga sekitar untuk berkumpul atau beristirahat.

"Dulunya ada kios bumdes di situ, tapi tidak berjalan. Jadinya, ya hanya dimanfaatkan warga untuk ngisis (berteduh, red)," jelasnya.

Sumber tersebut adalah sumber asli yang airnya tak pernah kering. Bahkan saat kemarau. Pemdes berencana untuk memperlebar kolam. Namun rencana itu tidak terlaksana karena memikirkan sumber udara malah tertutup.

Baca Juga: Langkah Pemdes Srikaton Papar untuk Cegah DBD dan Cikungunya, Rutin Lakukan Hal Ini

Pemdes Kedungmalang juga rutin menggelar acara bersih desa memperingati bulan Suro. Kegiatannya beragam. Mulai dari salat malam bersama warga, pemukulan gong dan tasyakuran di Kolam Kedung Amerta, hingga kirab budaya.

Kirab budaya menjadi acara rutin yang ditunggu-tunggu warga. Ratusan warga melakukan jalan santai keliling desa menggunakan baju adat. Pesertanya terdiri dari lembaga desa, perangkat, serta perwakilan RT/RW. Rutenya dari lapangan dan finish di Kolam Kedung Amerta.

Baca Juga: Ini yang Diinginkan Pemdes Srikaton ketika Membangun Dapur MBG di Lahan Bekas SD

“Di kolam sana kami bangun panggung, warga kami bebas berkreasi menggunakan pakaian adat. Kadang mengarak ogoh-ogoh juga,” jelas Heru. Serangkaian kegiatan tersebut dipercaya oleh warga sebagai upaya menolak bala bagi desa.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kabupaten kediri #papar #kediri #Pemdes #seni budaya #Kedungmalang #kearifan lokal