KEDIRI, JP Radar Kediri- Rangkaian acara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Desa Papar berlangsung meriah.
Tidak cukup satu hari. Acara pentas seni, budaya, dan bazar digelar selama tiga hari berturut-turut di Taman Papar. Tak ayal, pengunjung membeludak tiap harinya.
Acara ini digelar Jumat (29/8) hingga Minggu malam (31/8). Pentas seni dimeriahkan oleh 42 kelompok tari. Mulai dari jenjang Tapos, TK, SD, SMP, hingga SMA.
Tak ketinggalan, sanggar tari Prameswari asli Desa Papar turut menyemarakkan panggung hiburan. Mereka tampil penuh dengan semangat.
“Kami ingin menunjukkan potensi seni di sini dan memberikan wadah bagi mereka untuk tampil,” ujar Kepala Desa Papar drh Joko Santoso.
Puncak acara dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit yang digelar pada Minggu malam (31/8).
Menurut Joko, pentas seni dan budaya sengaja dipilih untuk mengenalkan sekaligus melestarikan tradisi.
“Kami ingin anak-anak muda di Desa Papar mengenal budaya dan menggemari kesenian tradisional,” tuturnya.
Tak hanya mengangkat seni dan budaya. Pemdes juga berkomitmen mendorong perekonomian warga.
Oleh karena itu, terdapat puluhan stan pelaku UMKM yang turut memeriahkan acara ini. Mereka merupakan perwakilan masing-masing rukun warga (RW).
“Kami mengadakan bazar ini juga sebagai wadah bagi teman-teman pelaku UMKM untuk berjualan,” ucapnya.
Tak ketinggalan, Pemdes Papar bersama Bumdes Tunas Bhakti Mandiri memberikan paket sembako. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian kepada warga.
Joko berharap acara ini dapat memberikan manfaat dan menumbuhkan rasa persatuan bagi warga Desa Papar.
Dwi Annisa, 23, salah seorang pengunjung mengaku senang dengan acara pentas seni, budaya, dan bazar yang digelar di Desa Papar.
Menurutnya, penampilan para peserta sangat menghibur. Pun dengan banyaknya pilihan jajanan di stan bazar. “Senang bisa melihat seni tari sambil makan-makan,” ungkapnya.
Editor : Andhika Attar Anindita