Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

SMAN 1 Kediri Jadi Markas Divisi I Brawijaya pada 1948, Begini Ceritanya

Ayu Ismawati • Kamis, 21 Agustus 2025 | 21:10 WIB

BERSEJARAH: Tugu Divisi I Brawijaya masih berdiri kokoh di SMAN 1 Kota Kediri.
BERSEJARAH: Tugu Divisi I Brawijaya masih berdiri kokoh di SMAN 1 Kota Kediri.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Proklamasi yang dibacakan Soekarno pada 17 Agustus 1945 sudah menggema ke seluruh pelosok negeri. Meski begitu, situasi belum sepenuhnya adem. Masih ada gejolak yang harus diselesaikan. Termasuk saat itu di Kediri yang masih dibayangi perang melawan Belanda.

Situasi penuh konflik itu berlangsung hingga 1949. Hal itu diutarakan Pengamat Sejarah Kediri Achmad Zainal Fachris, konflik pasca-proklamasi kemerdekaan itu tak hanya karena Indonesia harus berhadapan dengan tentara Belanda. Tapi juga relasi dengan sesama anak bangsa yang masih diwarnai permusuhan.

Itu disebabkan karena Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan setelah ditinggalkan Jepang. Salah satu konflik yang erat kaitannya dengan Kediri adalah konflik Madiun 1948. Saat itu, Mayor Bismo di bawah arahan Daidancho Soerachmad ikut berperang bersama pasukan Divisi I Brawijaya.

“Saat itu, markas Divisi I Brawijaya di Jawa Timur itu pindah-pindah. Mulai dari era 1945-1948. Jadi mobile, mengikuti dinamika perang. Salah satu lokasinya juga ada di Kediri,” ujar pria yang akrab disapa Fachris itu.

Saat itu, Mayor Bismo ditunjuk sebagai salah satu komandan Batalyon Pasukan Sandi Yudha Brigade S atau Brigade II Divisi I Jawa Timur. Saat itu, Divisi I Jatim terbagi menjadi tiga brigade. Yakni, Brigade I Ronggolawe, Brigade II Narotama, dan Brigade III Surapati. Masing-masing membawahi beberapa wilayah di Jatim.

Brigade II Narotama inilah yang dipimpin Soerachmad. Kemudian, tiga divisi itu dilebur menjadi satu saat nama Tentara Republik Indonesia (TRI) diubah menjadi TNI pada 1947 dan menjadi Divisi Brawijaya pada 17 Desember 1948. Peristiwa peleburan dan lahirnya Divisi Brawijaya itu juga ditandai di Kediri. Tanggal itu pula menjadi peringatan hari jadi Kodam V Brawijaya hingga saat ini.

“Dan selama berpindah-pindah markas itu juga pernah bermarkas di Kediri. Karena pengukuhannya pun juga dilakukan di Kediri,” urainya terkait jejak organisasi militer yang menjadi cikal bakal Kodam V Brawijaya itu.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#Divisi I Brawijaya #Sman 1 kota kediri #belanda #brawijaya #SMAN 1 Kediri