Pemkab Kediri pun berencana memindahkan arca tersebut ke Museum Sri Aji Jayabaya. Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi, arca tersebut akan disimpan dan dirawat di museum.
Baca Juga: Arca Totok Kerot di Pagu Kediri Dimandikan dengan Air Bunga dari Tujuh Sumber, Begini Filosofinya
Rencananya, arca itu akan dibawa ke Museum Sri Aji Jayabaya akan dibawa minggu depan. “Kami amankan sesuai rekomendasi dari BPKW,” jelasnya.
Ke depan, arca tersebut juga akan dipamerkan di dalam museum ketika nanti sudah beroperasi. Jika nanti dipamerkan maka akan dilakukan pencucian.
Baca Juga: Ini Pesan Spiritual dalam Pagelaran Wayang Kulit Bersih Desa Tegowangi
Untuk diketahui, warga Desa Gayam, Kecamatan Gurah mendadak heboh pada Jumat siang (20/6). Saat itu, petani menemukan arca di lahan sawah milik Samiran. Arca tersebut diduga berkaitan dengan situs Tondowongso.
Walaupun ada bagian kepala yang hilang, namun dari hasil identifikasi arca tersebut diperkirakan berwajah empat. Dari ciri itu, menurut Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Disbudpar Kabupaten Kediri Eko Priyatno, arca tersebut merupakan Dewa Brahma.
Baca Juga: Bersih Desa Gampeng, Jadi Momentum Penjual Kuliner Tradisional di Kediri Berburu Cuan
Jika merujuk temuan pada 2007, ada juga arca berwajah empat yakni Syiwa Catur Muka. Karena di mahkotanya ada identitas simbol yang menunjukkan kalau itu Syiwa.
Temuan ini sangat mungkin berkaitan dengan keberadaan situs percandian Tondowongso. Karena lokasi penemuannya sekitar 300 meter dari situs yang pernah diteliti Balai Arkeologi selama hampir sepuluh tahun itu.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian