KEDIRI, JP Radar Kediri- Komunitas Juru Pelihara Kabupaten Kediri kembali menggelar jamasan arca Totok Kerot, kemarin.
Kegiatan ini diadakan lagi setelah sempat berhenti karena pandemi Covid 19. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Pemkab Kediri.
Tujuannya tak hanya membersihkan arca Totok Kerot. Hal ini juga dilakukan untuk melestarikan budaya Kediri. Acara ini digelar mulai pukul 15.00 WIB.
Setelah dilakukan doa bersama, juru kunci bersama tokoh desa dan Pemkab Kediri menyirami arca itu dengan air bunga.
Air yang digunakan berasal dari tujuh sumber. Utamanya adalah air dari Tirto Kamandanu Desa Menang, Pagu.
Berikutnya dari Sumber Bendo, Sumber Towo, Sumber Bulu, Sumber Gundi, dan Sumber Putriman.
“Wujud air atau merta itu kan untuk menyucikan. Kalau untuk 7 Itu karena pitulungan,” jelas Juru Kunci Arca Totok Kerot Edris.
Kebetulan, kegiatan ini sempat vakum sejak masa pandemi lalu. Tradisi tersebut baru dilakukan kembali tahun ini.
“Kebetulan juga didukung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Eko Priatno.
Dia mengatakan, arca ini tidak hanya menjadi cagar budaya saja. Namun juga ada budaya tak benda. Adanya kegiatan tersebut merupakan momentum baik untuk melestarikan budaya.
“Ini adalah momentum yang baik untuk mengenalkan ke generasi muda. Selain sebagai sebuah arca yang berbentuk patung raksasa dwarapala begitu ada ada pesan moral dari cerita rakyat yang terkandung di dalamnya,” tandas Eko.
Editor : Andhika Attar Anindita