Tradisi tahunan Grebeg Sura kembali digelar di kawasan wisata alam Gronjong Wariti. Tempat wisata ini terletak di Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.
Acara Grebeg Sura tersebut berlangsung pada Minggu (6/7) mulai pukul 6 pagi. Ratusan warga dan pengunjung dari berbagai daerah tumpah ruah menyaksikan.
Mereka mengikuti arak-arakan tumpeng yang menjadi simbol syukur kepada Tuhan atas hasil bumi. Grebeg Sura ini sendiri digelar dalam rangka memperingati 1 Sura atau 1 Muharram.
Sejak pukul 06.00 WIB, barisan peserta sudah memadati area pintu masuk wisata. Mereka terdiri dari berbagai kalangan.
Mulai warga desa setempat, pelajar, pamong desa, Paguyuban Pecut Samandiman, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta seluruh pegawai dan pedagang kaki lima (PKL) di Gronjong Wariti. Para peserta mengenakan baju adat lurik sebagai bentuk pelestarian budaya.
Pemandangan kian menarik dengan belasan tumpeng raksasa. Tumpeng itu penuh dengan aneka sayuran dan buah-buahan hasil bumi, yang siap dipikul untuk diarak mengelilingi desa oleh ‘Prajurit Pembawa Tumpeng’
Baca Juga: Disaksikan Ratusan Pengunjung, Begini Hebohnya Suasana Larung Sesaji di Kawah Gunung Kelud
“Tumpeng itu isinya sayuran dan buah-buahan hasil bumi, sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan,” terang Wahyudi, salah satu panitia acara.
Di barisan paling depan arak-arakan, tampil pula sosok-sosok yang didandani menyerupai karakter Buto dan Anoman. Berdasarkan keterangan Wahyudi, kedua sosok tersebut melambangkan pertarungan abadi antara kebaikan yang memerangi kejahatan.
Terdapat juga Paguyuban Pecut Samandiman. Mereka turut menyuguhkan atraksi pecut yang memukau penonton di sepanjang jalan.
Iring-iringan tersebut bukan hanya ditonton penduduk sekitar. Namun juga menarik ratusan minat pengunjung dari luar daerah yang sengaja datang untuk menyaksikan tradisi unik ini sekaligus berwisata.
Baca Juga: Ribuan Warga Kediri Tumpah Ruah Ikut Tradisi Grobyok Ikan di Sumber Gundi
Usai diarak keliling desa, momen yang paling ditunggu pun tiba. Warga dan pengunjung tampak berebut mengambil berbagai bahan yang tersusun di dalam tumpeng. Dipercaya, buah dan sayur dari tumpeng ini membawa berkah tersendiri.
Inayah, salah satu mahasiswa KKN dari Universitas Brawijaya mengaku antusias mengikuti kegiatan budaya tersebut.
“Kami bersyukur diikutsertakan dengan acara-acara seperti ini, karena selain seru kami juga bisa melihat budaya dan adat daerah yang sudah jarang kita lihat,” ungkapnya.
Baca Juga: Warga Ngancar Kediri Gelar Tradisi Larung Sesaji di Gunung Kelud
Pihak pengelola wisata menyampaikan apresiasi atas antusiasme pengunjung dari berbagai daerah. Mereka berharap tradisi Grebeg Suro bisa terus dilestarikan dan menjadi agenda budaya tahunan yang dinanti-nanti. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, wisata Gronjong Wariti resmi dibuka kembali untuk umum pada pukul 09.00 WIB. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Mahfud