Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Perisai Diri Genap 69 Tahun, Ini Kisah Perjalanan Perguruan Silat Asal Indonesia

Satriya Agung Prakoso • Jumat, 4 Juli 2025 | 01:28 WIB
Perisai Diri Genap 69 Tahun, Ini Kisah Perjalanan Perguruan Silat Asal Indonesia
Perisai Diri Genap 69 Tahun, Ini Kisah Perjalanan Perguruan Silat Asal Indonesia

JP Radar Kediri - Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri (Kelatnas PD) memperingati hari jadinya yang ke-70 tahun pada 2 Juli 2025. Perguruan silat ini berdiri pada 1955 di Surabaya dan dikenal sebagai salah satu aliran silat nasional yang menggabungkan unsur tradisi lokal dengan pengaruh beladiri luar.

Dilansir dari laman resmi perisaidiri.or.id, Perisai Diri merupakan hasil perpaduan antara 156 aliran silat Indonesia dan ilmu kungfu Shaolin aliran Siauw Liem Sie. Ilmu ini diramu oleh pendirinya, RM Soebandiman Dirdjoatmodjo atau Pak Dirdjo, setelah bertahun-tahun merantau dan belajar dari berbagai guru di nusantara, termasuk pendekar Tionghoa Yap Kie San.

Dengan moto “Pandai Silat Tanpa Cedera”, teknik dalam Perisai Diri dirancang untuk sesuai dengan anatomi tubuh manusia. Gerakannya ilmiah, efisien, dan tidak menyiksa, sehingga latihan lebih menekankan pada pembentukan fisik, mental, dan spiritual yang seimbang.

Setelah merintis pelatihan di Yogyakarta, Pak Dirdjo mendirikan kursus silat Perisai Diri di Surabaya pada 2 Juli 1955. Murid-murid dari berbagai daerah bergabung dan beberapa perguruan yang sempat ia bentuk sebelumnya, seperti Eko Kalbu dan HPPSI, akhirnya melebur ke dalam Perisai Diri.

Pada 1970, nama resmi Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri mulai digunakan. Organisasi ini kemudian membakukan struktur kepengurusan, lambang, hingga seragam resmi latihan. Desain lambang sendiri merupakan hasil gabungan ide para murid, yang disempurnakan oleh Pak Dirdjo.

Setelah wafatnya Pak Dirdjo pada 9 Mei 1983, estafet kepemimpinan diteruskan oleh murid-muridnya. Kini, Perisai Diri telah berkembang di seluruh Indonesia dan hadir di berbagai negara seperti Australia, Belanda, Inggris, dan Jepang. Di luar negeri, Perisai Diri tidak hanya menjadi latihan fisik, tapi juga sarana diplomasi budaya Indonesia.

Memasuki usia ke-69, Perisai Diri terus membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar seni beladiri yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. Program pelatihan, promosi di sekolah dan kampus, serta keikutsertaan dalam kejuaraan nasional dan internasional menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya bangsa.(*)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Mahfud
#indonesia #perguruan #Kelatnas Perisai Diri #perisai diri #pencak silat