Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jemput Berkah Malam Satu Suro, Ratusan Warga Lokal Hingga Luar Kota Lakukan Ritual Basuh Badan Serentak di Sendang Tirto Kamandanu

Zeyra Putri Widhianingtyas • Sabtu, 28 Juni 2025 | 02:36 WIB

Suasana Sendang Tirta Kamandanu saat malam 1 Sura.
Suasana Sendang Tirta Kamandanu saat malam 1 Sura.

JP Radar Kediri – Tradisi peringatan malam Satu Suro masih melekat di tanah Jawa. Salah satunya yang ada di Kabupaten Kediri.

Peringatan malam Satu Suro di Sendang Tirto Kamandanu, yang berlokasi di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, dibanjiri pengunjung. Baik mereka yang berasal dari lokal hingga luar kota.

Pada Kamis malam, 26/6/2025, ratusan warga berbondong-bondong menuju tempat sakral warisan Prabu Sri Aji Jayabaya tersebut. Tujuannya untuk melakukan tirakatan pergantian tahun Suku Jawa.

Berdasarkan pengamatan radarkediri.jawapos.com, berbagai kegiatan dilakukan. Di antaranya yakni bertapa, mengaji, hingga membasuh badan di area sendang. Tak lekang usia, tradisi ritual ini dilaksanakan oleh masyarakat dewasa hingga anak-anak.

Spot sendang adalah tempat paling ramai yang banyak dituju. Warga bergantian untuk masuk ke area sendang. Tak hanya basuh badan. Beberapa di antaranya ada yang melakukan ritual mandi di sendang tersebut dengan bertabur bunga.

Baca Juga: Barikan Pakai Lengkong, Peringatan 1 Muharram di Mojoroto Ini Disebut Ramah Lingkungan

“Saya kalau Suroan selalu rutin di Sendang Kamandanu, mitosnya, pemandian ini bikin awet muda, menghilangkan penyakit. Dilakukan pas Suroan karena kesakralan Malam Satu Suro, niat juga tergantung pribadi masing-masing”, ungkap Yeni, 45, warga asal Nganjuk, saat diwawancarai Radar Kediri, (26/6) malam.

Yeni mengungkapkan bahwa tujuan utamanya adalah untuk mencari keberkahan dalam rangka menyambut Bulan Suro dan Tahun Baru Hijriah. Berdasarkan keterangan Yeni, aktivitas Suroan di Sendang Tirto Kamandanu pada tahun ini lebih ramai dari pada tahun sebelumnya.

 Antuasiasme ritual Jawa ini juga ditunjukkan oleh Wawan, 30. Wawan mengaku baru pertama kali melakukan ritual basuh badan di Sendang Tirto Kamandanu.

“Saya baru pertama kali, ngikut dawuh pak lek saya, niatnya ya untuk mensucikan diri, kesan pertama sih kaget karena ramai sekali, untuk airnya sih segar karena air mengalir meskipun bareng-bareng tetap segar”, jelas Wawan.

Baca Juga: Banjir Penonton, Kirab Suroan di Petilasan Sri Aji Jayabaya Kediri Ada Warga Prancis yang Ikut

Kegiatan adat tersebut berlangsung mulai dari sore menjelang malam hingga dini hari. Warga juga memadati seluruh kawasan sendang. Beberapa di antaranya ada yang bertapa hingga melakukan tradisi pencarian bunga kantil di sekitar area pemujaan.

Ritual tradisi adat istiadat masyarakat Desa Menang masih lestari. Budaya dan warisan leluhur Sang Prabu Sri Aji Jayabaya terpatri abadi di nafas peradaban mereka.

Sebagai anak abdi turunan Trah Mataraman, masyarakat Desa Menang berupaya menyatukan tekad dan generasi untuk selalu menghidupkan nilai budaya tanah Joyoboyo.

 

Editor : Mahfud
#tirakatan #1 sura