Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mitos Hewan di Malam 1 Sura, Pertanda Alam dari Dunia Leluhur

Nakula Agi Sada • Jumat, 27 Juni 2025 | 21:30 WIB
Kucing hitam
Kucing hitam

Tanggal 1 Sura dalam kalender Jawa—yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah—bukan sekadar malam biasa. Banyak yang percaya sebagai malam penuh misteri. Penuh dengan energi spiritual dan kesunyian sakral.

Bagi yang percaya dengan hal tersebut juga yakin di balik keheningannya ada mitos yang hidup dan berkembang. Di antaranya adalah adanya hewan-hewan yang dianggap membawa pertanda.

Sebagian besar orang Jawa meyakini bahwa alam ikut 'bicara' di malam 1 Sura. Melalui suara angin,  air, bahkan lewat perilaku hewan. Karena itulah beberapa hewan dianggap membawa pertanda ketika muncul. Bisa menjadi pertanda baik tapi juga bisa buruk. Berikut ini beberapa hewan  yang kemunculannya dianggap 'berbicara' di malam  1 Sura.

Burung Kedasih: Suara Lirih Penuh Makna

Ada di peringkat pertama hewan yang 'berbicara' di malam 1 Sura, suara burung kedasih serak, sendu, dan mirip rintihan. Menjadi pertanda alam sedang “membuka tirai dunia lain” ketika muncul di malam 1 Sura. Ada pula yang percaya itu sinyal kematian atau datangnya energi gaib.

Burung Hantu: Penjaga Malam dan Pertanda

Burung yang suaranya "huk huk" ini dianggap makhluk malam yang sensitif pada dunia spiritual. Jika dia bersuara di dekat rumah saat malam 1 Sura, sebagian orang percaya itu adalah peringatan: waspadalah, jangan keluar rumah malam ini.

 Tokek: Suara yang Bisa Dibaca

Tokek punya tempat khusus dalam mitos. Di malam 1 Sura, jika tokek berbunyi beberapa kali, konon itu bisa dibaca maknanya. Ada yang menghitung jumlah suaranya sebagai ramalan rezeki atau bahaya. Misalnya: lima kali berarti ada kabar baik, tujuh kali bisa berarti ada yang sedang membicarakanmu.

Kucing Hitam: Pertanda Gangguan Gaib

Kucing hitam sering dikaitkan dengan dunia mistis. Kalau tiba-tiba lewat di depanmu saat kamu keluar malam di 1 Sura, banyak orang akan segera balik arah. Konon, itu bukan kucing biasa—bisa jadi jelmaan atau pertanda bahwa kamu sedang “diperhatikan”.

 Ular: Simbol Penjaga Gaib

Ular, terutama yang muncul tiba-tiba di halaman atau depan rumah saat malam 1 Sura, dianggap bukan sembarang ular. Ia dipercaya sebagai penjaga tempat atau utusan dari makhluk tak kasat mata. Masyarakat biasanya memilih diam, tidak mengusirnya, dan membiarkan ia pergi sendiri.

 Kelelawar: Pengintai Malam

Walau sering terbang tanpa tujuan yang jelas, kelelawar di malam 1 Sura kadang dipandang sebagai simbol pengintai dunia lain. Jika kelelawar masuk rumah, bisa jadi itu pertanda bahwa rumahmu sedang “diperiksa” oleh kekuatan tak terlihat.

Anjing Melolong: Tanda Energi Tak Terlihat

Anjing yang tiba-tiba melolong panjang di tengah malam sering dikaitkan dengan kehadiran makhluk halus. Kalau itu terjadi di malam 1 Sura, masyarakat akan makin waspada. Mereka percaya anjing bisa melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat manusia.

 Ayam Jantan Berkokok Tengah Malam

Biasanya ayam jantan berkokok di pagi hari. Tapi jika ayam berkokok keras-keras di tengah malam, apalagi di malam Sura, itu dianggap pertanda alam sedang "tidak tenang". Bisa jadi ada yang lewat dari alam lain.

 Kupu-Kupu Hitam: Tamu Tak Kasat Mata

Mitos tentang kupu-kupu hitam sudah dikenal luas: bila ia masuk rumah, akan ada tamu atau kabar dari orang jauh. Di malam 1 Sura, kemunculan kupu-kupu hitam dianggap lebih sakral. Bisa jadi itu bukan sekadar serangga, tapi pembawa pesan dari leluhur.

 Blalang: Simbol Kesuburan dan Perlindungan

Uniknya, tidak semua hewan bermakna seram. Belalang justru dianggap sebagai simbol kesuburan dan pertanda baik. Jika belalang hinggap di rumah saat malam 1 Sura, sebagian orang Jawa menganggap itu sebagai tanda bahwa rezeki akan datang atau rumahmu “disukai” oleh energi baik.

 Kucing yang Menghilang di Malam Sura

Ada mitos unik: jika kucing peliharaanmu tiba-tiba menghilang pas malam 1 Sura, bisa jadi ia sedang “berkeliaran di dua dunia”. Mitos ini hidup di beberapa desa yang percaya bahwa hewan peliharaan bisa ikut menjaga rumah dari gangguan gaib.

Tikus: Pertanda Rumah Kurang Bersih Secara Spiritual

Tikus yang muncul di malam Sura dianggap bukan hanya masalah kebersihan fisik, tapi juga kebersihan spiritual. Ada yang menafsirkan bahwa rumah tersebut perlu disucikan, mungkin lewat doa atau ritual kecil agar tidak menjadi tempat persinggahan makhluk halus.

 

Capung yang Terbang di Dalam Rumah

Kalau kamu lihat capung besar terbang dalam rumah saat malam Sura, masyarakat Jawa percaya itu bisa jadi “penjelajah waktu” atau makhluk alam lain yang sedang mampir. Jangan dibunuh—cukup diusir secara halus agar pergi sendiri.

Kuda Liar atau Suara Derap di Jauh

Di daerah pedesaan, ada mitos tentang suara derap kaki kuda terdengar samar dari kejauhan di malam 1 Sura. Padahal, tak ada kuda di sekitar situ. Mitos ini sering dikaitkan dengan perjalanan pasukan gaib atau arwah para leluhur yang sedang lewat.

Ikan yang Lompat di Kolam Saat Tengah Malam

Kalau kamu punya kolam di rumah dan ikan tiba-tiba melompat tanpa sebab pas malam Sura, beberapa orang percaya itu bukan karena air atau makanan. Bisa jadi karena energi malam itu yang memang lebih “bergetar”.

 Malam Penuh Isyarat

Hewan-hewan ini mungkin hanya menjalani naluri mereka. Tapi bagi masyarakat yang hidup dalam tradisi dan kebijaksanaan lokal, semua itu bisa jadi kode dari alam. Entah benar atau tidak, kepercayaan ini mengajarkan kita satu hal: untuk peka, waspada, dan menghormati waktu serta tempat. (*)

 

Editor : Mahfud
#1 sura #pertanda alam #mistis