KOTA, JP Radar Kediri- Sehari jelang peringatan Waisak 2569 BE, umat Buddha melakukan serangkaian persiapan. Di Vihara Jayasaccako, Kelurahan Semampir, umat Buddha menyucikan rupang di altar.
Pembersihan rupang itu secara simbolis diawali oleh Bhante Santamano Mahathera sekitar pukul 14.30 kemarin.
Setelah menyapukan kain yang dibasahi air dan kelopak bunga, pembersihan patung-patung itu dilanjutkan umat Buddha lainnya.
Bhante Santamano Mahathera mengatakan, Waisak diperingati sebagai hari untuk mengenang perjuangan seorang manusia menjadi Buddha.
Berkaca pada perjuangan Buddha Siddhartha Gautama, dia mengajak umat untuk melatih kesadaran agar pikirannya mulia.
“Dengan pikiran yang mulia atau berharga, seseorang bisa meningkatkan kehidupannya menjadi jauh lebih tenteram, lebih bahagia, dan berpengaruh pada lingkungannya. Masyarakat juga akan merasa nyaman, tenteram, damai,” ungkap Bhante Santamano.
Pikiran yang mulia itu—lanjut Bhante Santamano—salah satunya diindikasikan dengan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain. Demi mencapai hal tersebut, dibutuhkan kesadaran yang tinggi.
“Kesadaran itulah yang ingin dicapai oleh seorang manusia Buddha. Itu cita-cita dari umat Buddha,” tandasnya.
Untuk diketahui, dalam menyambut Hari Raya Waisak, penyucian tidak hanya dilakukan terhadap patung-patung Buddha. Melainkan juga area tempat ibadahnya.
Rohaniawan Vihara Jayasaccako Romo Pandita Daniel Chriestanto mengatakan, sedikitnya ada empat patung di altar utama yang disucikan. Setelah membersihkan tempat ibadah, rencananya hari ini mereka akan menata altar.
“Ibadah besok (12/5) akan dimulai dengan melakukan penghormatan, sujud kepada Buddha, Dharma, dan Sangha. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pradaksina,” beber Daniel.
Dalam prosesi pradaksina, umat akan mengelilingi patung Buddha sebanyak tiga kali searah jarum jam. Prosesi itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Buddha.
“Kemudian nanti akan dilanjutkan dengan pembacaan paritta suci, bermeditasi, dan penyampaian pesan dhamma dari Sangha Theravada Indonesia atau dari bhante,” paparnya sembari menyebut rangkaian ibadah akan dimulai sekitar pukul 23.00.
Sementara itu, perayaan Trisuci Waisak di Vihara Jayasaccako tahun ini terasa istimewa. Sebab, ibadah akan dipimpin langsung oleh bhante. Kehadiran bhante hari ini merupakan kali pertama sejak lima tahun terakhir.
“Biasanya kami (dipimpin, Red) samanera. Tapi kali ini bhante bertepatan berkunjung ke Kediri. Jadi kami memperoleh kesempatan diisi oleh beliaunya waktu pembabaran dhamma,” ungkapnya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira