Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengapa Jumat Agung Disebut 'Good Friday'? Ini Makna di Baliknya

Redaksi Radar Kediri • Jumat, 18 April 2025 | 22:06 WIB
Ilustrasi peringatan hari Jumat Agung atau Good Friday
Ilustrasi peringatan hari Jumat Agung atau Good Friday

JP Radar Kediri - Setiap tahun, umat Kristen di seluruh dunia memperingati Jumat Agung, hari di mana Yesus Kristus disalibkan. Namun, di balik suasana duka dan perenungan yang mendalam, muncul sebuah pertanyaan menarik, mengapa hari ini justru disebut “Good Friday” padahal isinya tentang penderitaan dan kematian?

Secara harfiah, "Good Friday" berasal dari bahasa Inggris. Namun, beberapa ahli percaya bahwa kata "Good" di sini berarti "Holy" (suci). Jadi "Good Friday" bisa diartikan sebagai "Holy Friday". Di beberapa bahasa lain, istilah yang digunakan pun berbeda, misalnya:

Artinya, penyebutan “Good” dalam bahasa Inggris lebih merupakan perkembangan linguistik dan teologis dari pemahaman akan makna hari tersebut. Walau tampak kontradiktif, Jumat Agung disebut “Good” karena dalam iman Kristen, kematian Yesus bukan akhir yang tragis, melainkan awal dari keselamatan umat manusia. 

Baca Juga: Menyelami Makna Tradisi Menghias Telur Pada Momen Paskah

Menurut ajaran Kristen, Yesus rela mati di kayu salib untuk menebus umat manusia dari dosa. Tindakan pengorbanan ini dianggap sebagai puncak kasih Tuhan. Maka dari itu Jumat Agung adalah hari duka, tapi juga hari kemenangan atas dosa dan maut. Kematian Yesus membuka jalan bagi kebangkitan, yang diperingati pada Hari Paskah.

Dengan kata lain, "Good Friday" adalah “baik” karena hasil dari penderitaan Yesus adalah harapan, pengampunan, dan hidup yang baru bagi seluruh dunia.

Banyak umat menjalani Jumat Agung dalam suasana hening, puasa, doa, dan perenungan. Ibadah Jumat Agung biasanya bersifat khidmat, tanpa kemeriahan, dan sering kali diisi dengan pembacaan kisah sengsara Kristus (Via Dolorosa) serta penghormatan terhadap salib.

Namun di balik semuanya, umat diajak untuk melihat pengorbanan sebagai bentuk kasih tertinggi. Inilah esensi dari kenapa hari yang terlihat kelam itu justru disebut "baik".

Jumat Agung disebut “Good Friday” bukan karena peristiwanya menyenangkan, tetapi karena dampaknya sangat baik dan mulia. Dari salib, umat Kristen percaya bahwa lahir pengharapan dan keselamatan. Maka, di balik segala penderitaan, tersimpan kasih yang tak terhingga. Itulah makna terdalam dari hari yang disebut ‘baik’ ini.

 

  

Penulis: Aurellsya Jessica Putri Editya, Mahasiswa Magang Universitas Dian Nuswantoro Kediri.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Via Dolorosa #jumat agung #umat kristen #yesus #salib #yesus kristus #dosa #keselamatan #good friday #maut