JP Radar Kediri - Tari legong di Bali mengalami modifikasi. Bukan hanya gerakannya.
Namun, jumlah penari dan cerita yang ditampilkan juga mengalami dinamika.
Misalnya tari Legong Keraton yang tidak lagi menggunakan 9 penari. Tarian ini melibatkan tiga penari perempuan berusia 10-12 tahun.
Sementara Tari Legong Jempyaning Ulangun melibatkan 7 penari.
Dalam tulisan karya Ida Ayu Wimba Ruspawati, kreasi tari Legong ini bermakna kesetiaan.
Tari Legong ini mengambil cerita Raden Inu Kertapati dan Candra Kirana.
Salah satu lakon tari Legong, dalam hal ini adalah tari Legong Keraton, mengambil cerita
Lasem.
Kisah ini menceritakan cinta tak bersambut Prabu Lasem pada Putri Rankesari.
Cerita ini bagian dari kisah Malat. Beberapa lakon tari Legong lainnya adalah: Kuntir dan Jobog (kisah Subali Sugriwa), Legod Bawa (kisah Brahma Wisnu tatkala mencari ujung dan pangkal Lingganya Siwa), Kuntul (kisah burung bangau), Sudarsana (semacam Calonarang), Palayon Chandrakanta (kisah bulan dan bintang), Semarandana (kisah asmara Betara Ratih dan Betara Semara).
Sementara busana Tari Legong biasanya memiliki detail yang menjadi ciri tiap karya modifikasi.
Namun secara umum, busana tari Legong, seperti dikutip dari situs ISI Denpasar adalah:
1. Gelungan
Gelungan atau hiasan kepala tari Legong yang terbuat dari janur berhiaskan bunga dan daun
puring.
Bunga dan daun puring tersebut ditata membentuk gelungan yang dihiasi plendo dipotong-potong berbentuk uang kepeng.
Lalu, diberi warna merah, hijau, dan putih dan dipadukan dengan bunga-bungaan sebagai hiasan kepala penari.
2. Kain songket
Kain Songket merupakan nama jenis kain tradisional Bali.
Kain ini ditenun dengan menggunakan benang berwarna, benang perak, dan benang emas.
Kain ini dililitkan pada pinggul penari kemudian diikat stagen agar tidak lepas.
3. Kain selendang kuning
Kain selendang kuning digunakan untuk membungkus pinggang penari hingga di atas lutut
disebut kain kancan.
Kain kancan merupakan sebuah kain tenunan tradisional bali yang menggunakan benang warna kuning. Kain ini ditenun seperti songket.
4. Selendang warna warni
Selendang warna-warni digunakan sebagai hiasan selendang yang dililitkan di pinggang penari.
Selendang ini terbuat dari kain satin berwarna-warni. Selendang ini digunakan secara bergantian dengan selendang kuning.
5. Stagen
Stagen atau penutup pinggang digunakan di pinggang hingga ke dada. Stagen adalah sabuk
tradisional Bali.
Sabuk ini memiliki warna merah atau pink. Panjang dari stagen sekitar 9 meter.
6. Gelang
Gelang sebagai hiasan tangan terbuat dari perak yang berwarna putih. Gelang ini berbentuk
bulat berhiaskan ukiran tradisional bali dengan berat 25 gram.
7. Kain penutup dada
Kain ini memiliki ukuran 2 meter x 0,5 meter. Kain ini digunakan untuk menutup bagian dada
penari.
Selain itu tata rias tari Legong pun mengalami perkembangan. Dahulu tari ini hanya
menggunakan pensil alis, bedak, merah pipi, dan sebagainya.
Namun, kini tata rias Legong menggunakan bedak berwarna terang, merah pipi, karakter alis yang halus, eye shadow berwarna biru, dan memakai lipstik berwarna merah.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira