Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hiper Realis, Seni Foto Tapi Bukan Hasil Fotografi, Juga Bukan Hasil AI

Afrizal Saiful M • Kamis, 6 Februari 2025 | 22:25 WIB
Karya Seni Hiper-Realis oleh Audrey Flack, Spitfire, 1973
Karya Seni Hiper-Realis oleh Audrey Flack, Spitfire, 1973

JP Radar Kediri - Seperti foto tetapi bukan hasil fotografi, ini adalah salah satu aliran seni rupa yang mengundang decak kagum bayak orang. Aliran seni tersebut adalah aliran seni rupa hiper-realis (hyperrealism) yaitu aliran seni rupa yang berusaha sedemikian rupa sehingga menciptakan karya yang sangat realistis, tampak seperti foto atau gambar yang diambil dengan kamera. Hiper-realisme secara teknik pembuatan lebih rumit ketimbang aliran seni realisme yang menekankan detail sangat halus dan akurat, menciptakan ilusi kedalaman, tekstur, dan pencahayaan mendekati seperti aslinya.

Ciri-ciri Lukisan Hiper-Realis :

  1. Detail yang Sangat Halus : 

Setiap elemen dalam lukisan diperhatikan dengan cermat, termasuk tekstur, warna, dan pencahayaan. Seniman hiper-realis sering menggunakan teknik yang rumit untuk mencapai tingkat detail yang tinggi.

Baca Juga: Cara Buat Video Kungfu AI yang Viral di TikTok, Cukup Pakai HP

 

 

Penggunaan teknik perspektif dan bayangan yang cermat untuk menciptakan kedalaman dan dimensi, sehingga lukisan tampak tiga dimensi.

 

 

Hiper-realisme dapat mencakup berbagai subjek, mulai dari potret manusia, pemandangan, objek sehari-hari, hingga still life.

  1. Penggunaan Foto Sebagai Referensi :

Banyak seniman hiper-realis menggunakan foto sebagai referensi untuk menciptakan lukisan mereka, tetapi mereka juga menambahkan elemen interpretatif dan artistik.

 

 

Meskipun fokus pada detail visual, banyak lukisan hiper-realis juga menyampaikan emosi atau cerita, memberikan kedalaman lebih pada karya tersebut.

Baca Juga: Warga Kediri Bernostalgia Transportasi Tradisional lewat Parade Cikar di Kawasan SLG

Sejarah dan Perkembangan Aliran Hiper-Realis :

Hiper-realisme muncul pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an sebagai perkembangan dari aliran realisme. Seniman seperti Chuck Close dan Richard Estes dianggap sebagai pelopor dalam gerakan ini.

Dengan kemajuan teknologi dan teknik seni, banyak seniman kontemporer telah mengadopsi dan mengembangkan gaya hiper-realis, sering kali menggabungkannya dengan elemen multimedia atau teknik digital.

Beberapa Seniman Hiper-Realis :

 

 

Dikenal karena potret besar yang sangat detail, sering kali menggunakan grid untuk membantu dalam reproduksi detail.

 

 

Dikenal sebagai salah satu pelopor lukisan kota dan pemandangan urban yang sangat realistis.

 

 

Menggambarkan kehidupan sehari-hari di Amerika dengan detail yang luar biasa.

Editor : Jauhar Yohanis