KEDIRI, JP Radar Kediri- Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili atau Imlek 2025 memang baru berlangsung empat hari lagi. Namun, suasana meriah menyambut hari besar Tionghoa tersebut sudah terjadi. Terutama di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, suasana tempat ibadah meriah oleh berbagai ornamen bernuansa oriental.
Di kelenteng yang terletak di Jalan Yos Sudarso ini, ratusan lampion bergelantungan di berbagai sudut. Terutama di altar kelenteng. Lampion-lampion berwarna merah tersebut juga dihiasi gambar ular kayu, sebagai simbol tahun yang baru nanti.
“Ornamen yang menggantung di lampion juga bergambar ular kayu,” tunjuk Prayitno Sutikno, ketua Yayasan Tri Dharma Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, yang ditemui di lokasi.
Lebih jauh menurut Prayitno, di tahun ular kayu ini diyakini kurang baik untuk sebagian shio. Di antaranya macan, ular, kera, dan babi. Beberapa tahun kelahiran itu disebut tidak terlalu baik saat tahun ular kayu nanti.
“Makanya kami di kelenteng juga melakukan ritual tolak bala. Supaya masalah-masalah yang mungkin akan timbul, paling tidak bisa dikurangilah efeknya,” terangnya.
Di sisi lain, menurut Prayitno, shio ular sendiri melambangkan kecerdasan dan daya tarik. Sedangkan kayu dapat dimaknai sebagai inovasi, keharmonisan, dan pertumbuhan.
“Karena kayu kan bisa bertumbuh. Buat kita ya kalau mau berkembang, tetap harus ada pergerakan. Tetap ada usaha,” katanya.
Adapun tahun ular juga dimaknai sebagai tantangan bagi masyarakat Tionghoa. Dia sendiri meyakini, di tahun ular ini akan ada tantangan yang dihadapi.
“Jadi kelihatannya gampang, tapi belum tentu semudah itu. dan juga ular kayu ini kita tetap ada arah harus menjaga keharmonisan. Itu yang paling penting,” tandasnya.
Namun demikian, dengan tantangan berat yang menyertai tahun ular kayu, dia yakin tetap bisa diatasi. “Dengan catatan ada inovasi, ada perubahan yang mengarah ke lebih baik. Dan harus bersama-sama, nggak bisa sendiri,” sambungnya.
Di kelenteng yang sudah berusia lebih dari 200 tahun itu, berbagai persiapan jelang Imlek mulai dilakukan. Di antaranya memasang ornamen khas Imlek hingga membersihkan rupang-rupang dewa.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah