Puncak Kemarau Agustus ini: Awas Bencana Kekeringan!

JP Radar Kediri–Musim kemarau di wilayah Kediri Raya akan berlangsung lebih lama. Jika biasanya September sudah memasuki musim hujan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan baru turun November nanti. '
Merespons hal tersebut, Pemkab Kediri mewaspadai ancaman bencana kekeringan yang lebih panjang.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri Lukman Soleh melalui Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik Satria Krida Nugraha mengatakan, berdasar perkiraan curah hujan bulanan, curah hujan pada Agustus, September, dan Oktober diprediksi masih pada kategori rendah. Yakni sekitar 0–20 milimeter per bulan.
“Memasuki November, hujan mulai diperkirakan turun. Meski belum merata di seluruh wilayah dengan kisaran curah hujan sekitar 50–100 milimeter per bulan,” ungkapnya.
Musim kemarau yang lebih lama dari biasanya, lanjut Satria, dipengaruhi fenomena El Nino. Dampaknya, awal musim hujan akan mundur.
Merespons kondisi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan, Pemkab Kediri sudah memperkuat langkah-langkah kesiapsiagaan.
Salah satunya, menerbitkan surat edaran (SE) tentang kewaspadaan menghadapi dampak musim kemarau.
“Ini (SE) menindaklanjuti hasil rapat koordinasi penanganan bencana hidrometeorologi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” tuturnya.
Musim kemarau panjang, diakui Djoko berpotensi memicu kekeringan meteorologis. Dampaknya, ketersediaan air di permukaan maupun air tanah akan menurun.
Kondisi tersebut tidak hanya mengancam pasokan air bersih masyarakat. Melainkan juga bisa mengganggu sektor pertanian.



