KEDIRI, JP Radar Kediri- Sepekan jelang tahun baru Imlek, umat Tri Dharma disibukkan dengan berbagai persiapan. Kemarin, mereka menggelar sembahyang Sang Sin. Serta, membersihkan patung dewa dan altar berusia lebih dari 200 tahun di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong.
Ketua Yayasan Tri Dharma Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Prayitno Sutikno mengatakan, sembahyang Sang Sin yang berlangsung sekitar pukul 10.00 kemarin merupakan awal perayaan Imlek.
Tepatnya pada tanggal 24 bulan 12 penanggalan Tionghoa.
“(Sembahyang Sang Sin) itu mengantarkan dewa-dewi naik ke langit,” ujarnya.
Setelah sembahyang itulah, umat mulai membersihkan altar secara gotong royong.
Satu per satu patung dewa atau rupang diturunkan dari altar. Selanjutnya, patung-patung tersebut dipindahkan ke meja yang lebih lapang.
Baca Juga: Siap-Siap, Pemkab Kediri Bakal Gelar Pesta Kembang Api di SLG saat Tahun Baru 2025
Di sana, umat melepas pernak-pernik yang melekat di patung. Selanjutnya dibersihkan air yang sudah dicampur dengan bunga mawar.
“Memang ritual kita sebelum Imlek seperti itu. Jadi, setahun sekali kami bersih-bersih kelenteng ya di hari ini,” bebernya ditemui di sela prosesi pembersihan rupang.
Di tempat ibadah yang berada di Jl Yos Sudarso, Kelurahan Pakelan itu, sedikitnya ada 17 altar.
Dari sana, ada sekitar 50 patung dewa-dewi yang seluruhnya dibersihkan.
Termasuk patung dewa utama Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Tian Shang Sheng Mu atau Makco, yang juga dibersihkan.
“(Berat patung, Red) macam-macam. Yang paling berat sekitar 30-40 kilogram,” ungkap pria asal Kelurahan Balowerti itu.
Baca Juga: Begini Kondisi Ratusan Benda Bersejarah Kabupaten Kediri yang Masih Tercecer di Daerah Lain
Selain membersihkan patung, pakaian rupang juga ikut dibersihkan. Di luar itu, kelenteng yang sudah mendapat predikat cagar budaya itu juga mulai bersolek. Hampir di seluruh sudut bangunan dihiasi dengan ornamen khas Imlek.
Termasuk sejumlah lampion berwarna merah yang tersebar di berbagai sudut tempat ibadah tersebut.
“Jumlahnya kurang lebih hampir 300-an lampion,” lanjutnya.
Lewat perayaan Imlek tahun ini, Prayit berharap segala keburukan-keburukan di tahun sebelumnya bisa dibersihkan.
Serta, di tahun ular kayu nantinya, umat bisa menjalani kehidupan dengan cara yang lebih baik.
“Harapan kami ekonominya segera bisa pulih. Teman-teman semua kerjanya lebih enak lagi. Tapi yang paling utama, apapun yang terjadi kita tetap bisa menjaga keharmonisan dan kebersamaan,” pesannya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah