Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Kondisi Ratusan Benda Bersejarah Kabupaten Kediri yang Masih Tercecer di Daerah Lain

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 19 Desember 2024 | 16:24 WIB
BERNILAI SEJARAH: Pengunjung mengamati arca yang ada di Museum Sri Aji Joyoboyo, Desa Menang, Kecamatan Pagu.
BERNILAI SEJARAH: Pengunjung mengamati arca yang ada di Museum Sri Aji Joyoboyo, Desa Menang, Kecamatan Pagu.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Benda-benda bersejarah asal Kabupaten Kediri yang berada di daerah lain ternyata sangat banyak. Jumlahnya mencapai ratusan. Hanya sebagian kecil saja yang sudah bisa dipulangkan.

Hal itulah yang mendorong upaya pemulangan. Upaya itu dilakukan oleh dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) serta Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4).

“Ada 500 artefak yang tersebar di berbagai daerah di luar Kabupaten Kediri,” kata Ketua DK4 Imam Mubarok.

Menurutnya, 350-an benda bersejarah Kediri berada di Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah XI Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Sisanya tersebar di Museum Mpu Tantular Buduran Sidoarjo, Museum Sonobudoyo Jogjakarta, dan Museum Nasional Gambir, Jakarta Pusat.

Barok mengatakan, di antara artefak-artekaf itu, Prasasti Harinjing menjadi salah satu yang paling mendesak untuk dipulangkan.

Sebab, prasasti ini penting bagi Kabupaten Kediri. Prasasti Harinjing merupakan ikon hari jadi Kabupaten Kediri.

"Prasasti Harinjing ini luar biasa penting, Karena itu merupakan bukti cikal bakal kediri," jelasnya.

Dia mengatakan, Prasasti Harinjing saat ini ada di lantai tiga Museum Nasional. Sedangkan Kabupaten Kediri hanya memiliki replika yang dibuat pada 2019 lalu.

Meskipun demikian, menurutnya, akan lebih baik bila prasasti yang asli bisa berada di Kabupaten Kediri. Terlebih, saat ini Kabupaten Kediri juga sudah mempunyai bangunan Museum Sri Aji Joyoboyo.

Barok mengaku, DK4 sudah melakukan berbagai upaya untuk memulangkan artefak-artefak tersebut. Salah satunya dengan melakukan lobi dengan berbagai pihak. Seperti BPK Wilayah XI dan museum lainnya.

"Kemarin kami sudah menyampaikan permohonan. Dan bismillah semoga ini bisa dipulangkan. Dan seperti kemarin ada 14 arca yang berhasil dipulangkan," tambah Gus Barok.

Menurutnya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana turut mendorong percepatan pemulangan benda-benda tersebut. Hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen sang kepala daerah.  

"Ini adalah komitmen dari Mas Bup (sapaan bupati Kediri, Red) untuk mengembalikan ikon budaya ini ke tempat asalnya," ujar Barok.

Dia berharap pemulangan ini bisa memperkuat sektor pariwisata Kabupaten Kediri. Sehingga bisa mendorong pendapatan asli daerah (PAD).

"Kalau (artefak) aslinya ada di sini, ini akan menjadi destinasi wisata luar biasa dan bisa meningkatkan PAD," kilahnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Eko Priatno mengatakan, saat ini pihaknya terus mengupayakan pemulangan artefak asal Kabupaten Kediri yang tersebar di berbagai daerah. Salah satunya seperti 14 arca yang disimpan BPK Wilayah XI, Trowulan, Kabupaten Mojokerto yang sudah berhasil dikembalikan pada Selasa (17/12) lalu.

“Ini menjadi pembuka untuk pemulangan arca-arca lainnya. Juga sebagai awal pengembangan Museum baru ini (Museum Sri Aji Joyoboyo, Red),” jelasnya.

Seperti diberitakan, 14 arca asal Kabupaten Kediri yang ditemukan di di situs Tondowongso, Desa Gayam, Gurah pada 2007 lalu telah dikembalikan ke Kabupaten Kediri.

Setelah disimpan di BPK Trowulan sejak 2009. Salah satunya ada arca yang langka karena hanya terdapat di Kediri, yakni arca Dewa Siwa catur muka atau Dewa Siwa bermuka empat.

Selain patung yang bernilai sejarah tinggi itu, ada belasan arca lainnya. Yakni, dua arca Dewa Candra, satu arca Siwa Mahakala, Siwa Mahaguru.

Kemudian, Durga Mahesasuramardini, Ardanari, hingga kaki arca yang belum diketahui penokohannya, Ada pula kepala Siwa, yoni dan lingga, Dewa Surya, serta dua lembu nandi. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#prasasti #radar kediri #benda bersejarah #Prasasti Harinjing #Museum Sri Aji Jayabaya #Disbudpar Kabupaten Kediri #jawa pos #kota kediri